Ilustrasi(magnifik)
BAYI nan lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu tergolong prematur. Kondisi tersebut membikin sebagian organ tubuhnya belum berkembang secara sempurna sehingga bayi lebih rentan mengalami beragam masalah kesehatan setelah lahir, termasuk gangguan pernapasan, kesulitan menyusu, hingga pengaturan suhu tubuh.
Karena tingkat kematangan organ dipengaruhi usia kehamilan saat lahir, bayi prematur memerlukan perawatan dan pemantauan unik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.
Jenis-Jenis Kelahiran Prematur
Semakin awal bayi lahir, semakin besar kemungkinan organ tubuhnya belum berkembang secara optimal dan memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Berdasarkan usia kehamilan saat lahir, kelahiran prematur dibagi menjadi tiga kelompok.
- Sangat prematur (extremely preterm). Bayi lahir sebelum usia kehamilan 28 minggu.
- Sangat prematur (very preterm). Bayi lahir pada usia kehamilan 28 hingga kurang dari 32 minggu.
- Prematur sedang hingga terlambat (moderate to late preterm). Bayi lahir pada usia kehamilan 32 hingga kurang dari 37 minggu.
Perbedaan usia kehamilan tersebut krusial lantaran tingkat kematangan organ bayi juga berbeda. Bayi nan lahir lebih awal condong mempunyai akibat komplikasi nan lebih besar, terutama lantaran sejumlah kegunaan tubuh belum berkembang secara sempurna.
Resiko Kesehatan
Kondisi organ dan kegunaan tubuh bayi nan belum berkembang dapat mengalami beragam penyakit serius seperti gangguan pernapasan, kesulitan menyusu, masalah jantung, gangguan pengaturan suhu tubuh, serta gangguan pencernaan.
Bayi prematur juga lebih rentan mengalami anemia, penyakit kuning, gangguan kadar gula darah, dan jangkitan lantaran sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang secara optimal.
Berbagai akibat tersebut membikin bayi prematur memerlukan perawatan nan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhannya.
Cara Optimalkan Tumbuh Kembangnya
Perawatan dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar bayi sekaligus menekan akibat gangguan kesehatan. Terdapat beberapa upaya nan bisa dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang bayi.
1. Perawatan Metode Kanguru
Kangaroo Mother Care (KMC) alias Perawatan Metode Kanguru dilakukan dengan menempatkan bayi dalam kontak kulit langsung dengan ibu alias ayah. Metode ini membantu menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil sehingga dapat menurunkan akibat hipotermia.
KMC juga dikaitkan dengan penurunan akibat kematian, sepsis, dan lama perawatan dibandingkan perawatan konvensional, sekaligus mendukung keberhasilan menyusui.
2. Memenuhi Kebutuhan Nutrisi
Pemenuhan nutrisi menjadi bagian krusial dalam perawatan bayi prematur lantaran sistem pencernaannya belum berkembang secara matang. Pemberian nutrisi dapat dilakukan melalui beberapa cara, ialah oral feeding, enteral feeding, alias parenteral feeding, berjuntai pada kondisi dan keahlian bayi.
Pemberian makanan secara berjenjang membantu bayi beradaptasi dengan proses pencernaan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisinya.
3. Memperkuat Ikatan Orang Tua dan Bayi
Keterlibatan orang tua juga menjadi bagian krusial dalam perawatan bayi prematur. Dukungan terhadap hubungan antara ayah, ibu, dan bayi serta kerja sama keduanya dalam merawat bayi dapat memberikan faedah bagi kondisi bayi.
Keterlibatan orang tua dalam perawatan dikaitkan dengan sejumlah hasil positif, termasuk peningkatan berat badan, saturasi oksigen, serta keahlian menyusui.
Karena itu, orang tua tidak hanya berkedudukan sebagai pendamping, tetapi juga menjadi bagian dari proses perawatan bayi sejak berada di akomodasi kesehatan hingga perawatan bersambung di rumah.
Sumber: Kementerian Kesehatan, Halodoc
English (US) ·
Indonesian (ID) ·