
Ibu menyusui. (Foto: Freepik)
ORANGTUA baru kerap bertanya-tanya sebenarnya berapa banyak air susu ibu (ASI) nan dibutuhkan bayi dalam sehari? Pasalnya, mereka tentu tak mau si mini kekurangan asupan ASI.
Selain jumlah ASI, pertanyaan lainnya juga kerap muncul. Salah satunya soal gimana mengetahui apakah bayi sudah mendapatkan ASI nan cukup setelah menyusu?
1. Bayi Minum ASI Berapa Banyak dalam Sehari?
Dokter ahli anak dari RS Hermina Serpong, dr. Mutiara Retno Anjani, Sp.A, dalam aktivitas Morning Zone nan tayang di Youtube Okezone mengatakan kebutuhan ASI pada bayi baru lahir umumnya tidak dihitung berasas jumlah mililiter seperti susu formula. Hal nan lebih krusial adalah memperhatikan gelombang menyusu dan tanda-tanda kecukupan ASI pada bayi.
Bayi baru lahir biasanya menyusu setiap 2–3 jam sekali. Namun, pada fase tertentu, bayi dapat meminta menyusu lebih sering, terutama saat mengalami percepatan pertumbuhan (growth spurt).
Secara rata-rata, bayi baru lahir dapat menyusu sekitar 8–12 kali dalam sehari. Pola ini juga dipengaruhi oleh kondisi bayi, lantaran bayi baru lahir condong lebih banyak tidur sehingga terkadang perlu dibangunkan untuk menyusu sesuai kebutuhannya.
"Biasanya bayi menyusu 2–3 jam sekali. Tetapi ada fase-fase tertentu ketika bayi memerlukan lebih cepat, bisa satu jam sekali lantaran sedang mengalami percepatan pertumbuhan," ujar dr. Mutiara.
“Tapi rata-rata bayi-bayi baru lahir itu kan lebih suka tertidur ya, itu 2-3 jam sekali. Jadi, mungkin 8-12 kali menyusunya dalam sehari,” lanjutnya.
2. Bagaimana Mengetahui Bayi Mendapatkan ASI nan Cukup?
Lalu, gimana mengetahui bayi sudah mendapat ASI nan cukup? Menurut dr. Mutiara, kecukupan ASI dapat dilihat dari beberapa tanda nan ditunjukkan oleh bayi.
Salah satu tanda bayi mendapatkan ASI adalah adanya bunyi menelan saat menyusu. Selain itu, ibu juga dapat merasakan adanya let down reflex alias refleks pengeluaran ASI, ialah sensasi ketika ASI mulai keluar dengan lebih lancar.
"Biasanya saat menyusu ada tanda-tanda bayi menelan, terdengar seperti bunyi glek-glek. Itu ada kelak saat menyusui. Ibunya juga ada kelak sensasi namanya let down reflex. Sensasi ASI-nya itu keluar,” ujar dr. Mutiara.
Frekuensi pipis bayi juga menjadi salah satu parameter krusial kecukupan ASI. Bayi nan mendapatkan ASI cukup biasanya bakal lebih sering mengganti popok. Setelah beberapa hari pertama kelahiran, bayi umumnya dapat buang air mini sekitar 6–8 kali dalam sehari.
Pertumbuhan berat badan menjadi parameter krusial untuk memandang apakah kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi. Semua ini bisa jadi tanda untuk ibu.
“Tanda lainnya, bayi itu pipisnya sering. Sering tukar popok, biasanya 6-8 kali dalam sehari,” jelas dr. Mutiara.
"Biasanya bakal dilakukan kontrol pada minggu pertama alias bulan pertama untuk memandang kenaikan berat badan bayi. Dari situ juga bisa dinilai apakah pertumbuhan bayi melangkah dengan baik," sambungnya.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·