Seorang bayi jenis kelamin wanita ditemukan di dalam tas kantong kertas di teras rumah penduduk di Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Selasa (11/8) malam. Bayi tersebut diduga baru lahir lantaran tetap terdapat tali pusar.
Video penemuan bayi wanita tersebut viral di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut bayi ditemukan di Desa Karangampel, Kabupaten Kudus.
Muhammad Humaidi, penduduk nan menemukan bayi tersebut, mengatakan bayi berjenis kelamin wanita itu ditemukan di teras rumahnya nan berada di RT 04/RW 03, Desa Karangampel.
Humaidi awalnya mengira tas tersebut berisi berkah pengajian. Ia kemudian memanggil istrinya untuk membuka tas tersebut.
"Saya pulang dari mengaji Selasa malam jam 22.30 WIB, sampai rumah kok ada tas tenteng kertas. Kemudian saya tanya istri, setelah dibuka istri saya isinya rupanya bayi," kata Humaidi saat dihubungi kumparan, Rabu (12/8).
Istri Humaidi kemudian berteriak hingga sejumlah penduduk sekitar mendatangi teras rumahnya. Saat pertama ditemukan, bayi tersebut tetap tertidur di dalam tas. Setelah penduduk berdatangan, bayi itu terbangun dan menangis.
Menurut Humaidi, kondisi bayi saat ditemukan sudah bersih. Bayi juga telah diselimuti dan mengenakan sarung tangan. Tali pusar tetap menempel pada bayi tersebut.
Humaidi menduga orang nan meletakkan bayi itu kemungkinan mengenalnya. Terlebih, dia dan istrinya belum dikaruniai anak.
"Kemungkinan ya orang nan naruh itu tahu saya belum dikaruniai anak. Kemudian naruh bayinya di rumah saya. Semalam juga banyak nan mau mengadopsi," ujarnya.
Bayi tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus untuk mendapatkan perawatan medis.
"Bayinya langsung dibawa ke RSI untuk mendapatkan penanganan medis," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur RSI Sunan Kudus, dr Ahmad Syaifuddin, mengatakan bayi tersebut tiba di RSI Sunan Kudus pada Selasa (11/8) sekitar pukul 23.30 WIB. Bayi berjenis kelamin wanita tersebut mempunyai berat badan 2,6 kilogram.
"Masih ada tali pusarnya panjang. Dimungkinkan baru lahir 30 menit sejak ditemukan di rumah warga. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada bayi," kata Ahmad saat dikonfirmasi kumparan, Rabu (12/8).
Ia menambahkan kondisi bayi secara umum sehat. Namun, bayi tetap memerlukan observasi lebih lanjut lantaran asupan minumnya kurang.
"Observasi tetap kami lakukan lantaran bayi tersebut kurang minum. Dikhawatirkan terjadi pemburukan kondisi," terangnya.
Bayi tersebut sebelumnya telah menjalani pemeriksaan di ruang IGD. Saat ini, bayi tetap menjalani observasi di ruang Perinatologi Risiko Tinggi (Peristi).
"Observasi tetap dilakukan agar kondisi bayi tersebut tidak drop. Apalagi bayinya kurang minum. Bayi tersebut terus dipantau oleh master anak," imbuhnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·