Pengobatan batu ginjal.(Dok. Magnific)
BATU ginjal sering kali memicu kekhawatiran bakal rasa nyeri dahsyat dan prosedur operasi besar. Namun, kemajuan teknologi medis sekarang menawarkan beragam pilihan pengobatan melalui metode endourologi nan memungkinkan penanganan dengan sayatan minimal, apalagi tanpa sayatan sama sekali.
Berdasarkan edukasi kesehatan dari Siloam Hospitals,Nur Rasyid, menjelaskan bahwa pilihan terapi batu ginjal saat ini sangat beragam dan dapat disesuaikan dengan kondisi spesifik setiap pasien. Hal ini memberikan pengganti bagi pasien nan mau menghindari prosedur bedah konvensional.
Penyebab dan Gejala nan Perlu Diwaspadai
Batu ginjal terbentuk akibat pengendapan unsur tertentu dalam urine nan mengkristal menjadi massa keras. Kondisi ini umumnya menimbulkan nyeri pada area pinggang dan gangguan saat buang air kecil, terutama jika batu bergerak di dalam saluran kemih.
Sebelum menentukan tindakan, pemeriksaan medis secara menyeluruh sangat diperlukan. Dokter bakal mengevaluasi lokasi, ukuran, hingga tingkat kekerasan batu untuk memastikan metode pengobatan nan paling efektif bagi pasien.
Metode Pengobatan Tanpa Operasi Besar
Siloam Hospitals memaparkan beberapa teknik modern dalam menangani batu ginjal, di antaranya:
- Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL): Prosedur non-invasif nan menggunakan gelombang kejut untuk menghancurkan batu menjadi serpihan mini agar dapat keluar secara alami melalui urine.
- Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS): Metode minimal invasif menggunakan ureteroskop elastis nan dimasukkan melalui saluran kemih. Batu kemudian dihancurkan menggunakan teknologi laser tanpa memerlukan sayatan kulit.
- Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) & Mini-PCNL: Prosedur ini ditujukan untuk batu berukuran besar, dilakukan melalui akses mini langsung ke ginjal untuk memecahkan dan mengeluarkan batu.
Keunggulan Teknologi Endourologi
Penerapan teknologi endourologi memberikan untung signifikan bagi pasien, terutama dalam perihal minimnya luka pascatindakan. Dengan prosedur nan tepat, efektivitas penanganan meningkat dan proses pemulihan pasien dapat berjalan jauh lebih sigap dibandingkan operasi terbuka.
Meski demikian, pemilihan terapi tetap berjuntai pada pemeriksaan master ahli urologi. Pemeriksaan mendalam mengenai karakter batu menjadi kunci utama sebelum menentukan langkah medis nan bakal diambil. (Siloam Hospitals/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·