Baterai GAC Aion S Diduga Bermasalah, 213 Ribu Unit Terdampak

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Baterai GAC Aion S Diduga Bermasalah, 213 Ribu Unit Terdampak

Baterai GAC Aion S Diduga Bermasalah, 213 Ribu Unit Terdampak (Car News China)

JAKARTA - Sejumlah pemilik melaporkan masalah baterai nan parah pada model GAC Aion S. Masalah itu termasuk pembengkakan, kebocoran, dan pecahnya sel. Hal ini dapat menyebabkan pemadaman listrik saat berkendara sehingga menimbulkan kekhawatiran serius tentang keselamatan.

1. Baterai GAC Aion S Bermasalah

Seperti dilaporkan Jiemian News, melansir Car News China, Senin (27/7/2026), masalah tersebut terkonsentrasi pada kendaraan nan telah menempuh jarak antara 150.000 km dan 300.000 km. Data dari platform pengaduan konsumen, menunjukkan 182 pengaduan hanya dalam separuh bulan, dengan tingkat penemuan kesalahan sebesar 4,7% di seluruh skala sekitar 213.000 kendaraan nan terdampak.

Masalah tersebut telah ditelusuri kembali ke komponen tertentu ialah sel baterai lithium besi fosfat (LFP) 177Ah nan dipasok CALB.

Menanggapi tekanan publik nan meningkat setelah investigasi media, GAC Aion dan CALB mengeluarkan permintaan maaf dan rencana perbaikan. GAC Aion telah memperpanjang agunan baterai untuk kendaraan nan terdampak hingga 8 tahun alias 300.000 km. GAC Aion juga menjanjikan inspeksi dan penggantian gratis, dan menawarkan subsidi untuk kendaraan nan memerlukan perbaikan lebih dari lima hari. 

Di sisi lain, CALB berkomitmen menyediakan jasa inspeksi dan perawatan gratis.

Para mahir industri menyatakan kepada Jiemian News, ini bukanlah kejadian terisolasi, melainkan menunjukkan adanya abnormal manufaktur sistemik. Analis telah mencatat potensi masalah seperti kreasi sistem elektrolit nan tidak tepat, presisi perakitan nan di bawah standar, dan kurangnya verifikasi uji penuaan nan ketat.

2. Dampak Finansial

Implikasi finansial dari krisis ini sangat besar. Meskipun GAC Aion dan CALB memilih program agunan dan perbaikan nan diperpanjang daripada penarikan resmi, skala masalah ini memengaruhi lebih dari 213.000 kendaraan. Masalah ini bisa menimbulkan beban finansial nan signifikan. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com