Basarnas Temukan Mbah Kliwon dari Gunungkidul yang Hilang di Hutan

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Seorang kakek berjulukan Mbah Kliwon (80 tahun) penduduk Girisuko, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul lenyap di area Hutan Sanglor 1 sukses ditemukan SAR Gabungan, Sabtu (13/6/2026). Foto: Dok. Basarnas Yogyakarta

Seorang kakek berjulukan Mbah Kliwon (80 tahun) penduduk Girisuko, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul lenyap di area Hutan Sanglor 1 sejak Kamis (11/6).

Mbah Kliwon nan mempunyai riwayat pikun ini sukses ditemukan petugas SAR Gabungan pada Sabtu (13/6), alias dua hari pencarian.

"Korban ditemukan dalam keadaan selamat pada hari kedua penyelenggaraan operasi pencarian," kata Koordinator Pos Basarnas Gunungkidul Sulis Haryanto.

Seorang kakek berjulukan Mbah Kliwon (80 tahun) penduduk Girisuko, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul lenyap di area Hutan Sanglor 1 sukses ditemukan SAR Gabungan, Sabtu (13/6/2026). Foto: Dok. Basarnas Yogyakarta

Mbah Kliwon ditemukan sekitar pukul 08.25 WIB. Dia berada di jarak 280 meter dari titik terakhir dia terlihat dua hari lalu.

"Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Panggang I untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut," katanya.

Pada hari kedua operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan membagi personel ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU).

Seorang kakek berjulukan Mbah Kliwon (80 tahun) penduduk Girisuko, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul lenyap di area Hutan Sanglor 1 sukses ditemukan SAR Gabungan, Sabtu (13/6/2026). Foto: Dok. Basarnas Yogyakarta
Seorang kakek berjulukan Mbah Kliwon (80 tahun) penduduk Girisuko, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul lenyap di area Hutan Sanglor 1 sukses ditemukan SAR Gabungan, Sabtu (13/6/2026). Foto: Dok. Basarnas Yogyakarta

Empat SRU melaksanakan penyapuan darat dengan radius pencarian hingga 700 meter dari letak kejadian, sementara satu SRU melakukan pencarian menggunakan drone termal di area Kali Ngetok.

"Operasi pencarian berjalan dalam kondisi cuaca cerah dan melibatkan unsur Tim SAR Gabungan nan terdiri dari beragam lembaga serta relawan di wilayah Gunungkidul," katanya.

"Basarnas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap personil family lanjut usia, khususnya nan mempunyai riwayat pikun alias disorientasi, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan