Ilustrasi(Antara)
BASARNAS menegaskan bahwa proses pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) untuk rombongan wartawan nan lenyap kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten, dipastikan melangkah optimal selama satu minggu penuh. Rombongan tersebut diketahui lenyap saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Langkah pencarian selama tujuh hari ini dijalankan berpatokan pada standar internasional International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR). Memasuki hari ketiga, tim campuran dari beragam lembaga makin gencar menyisir wilayah perairan secara terkoordinasi.
"Operasi terus kita laksanakan. Kalau merujuk kepada IAMSAR guidelines, bahwa operasi ini bakal dilaksanakan berturut-turut selama tujuh hari. Dan kelak pada saat hari ketujuh, kita bakal lakukan rapat pertimbangan nan melibatkan semuanya," jelas Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii saat konvensi pers di Pandeglang, Kamis (10/9).
Sektor Pencarian Diperluas dan Ratusan Personel Dikerahkan
Untuk mempercepat penemuan para korban, cakupan wilayah penyisiran di laut terus ditambah hingga mencapai enam sektor. Jumlah ini meningkat berjenjang setelah sebelumnya dibuka tiga sektor pada hari pertama dan lima sektor pada hari kedua.
Sebanyak 11 kapal utama dikerahkan ke letak pencarian. Armada tersebut terdiri dari armada KRI milik TNI Angkatan Laut, kapal Polairud Polri, kapal patroli Basarnas, serta support armada potensi SAR lainnya.
"Kekuatan tersebut didukung oleh lebih dari 300 personel inti nan siaga di posko maupun di lapangan," ucapnya.
Kabasarnas menekankan bahwa seluruh upaya pencarian ini merujuk pada petunjuk Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.
"Kita sangat berambisi segera menemukan dan bisa menolong dalam kondisi selamat. Pemerintah memberikan perhatian unik untuk berupaya segera ditemukan dan bisa kita evakuasi," kata dia. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·