Jakarta, CNN Indonesia --
Bareskrim Polri memanggil manajemen Djakarta WareHouse Project (DWP) mengenai promosi penjualan gas nutrious oxide (N2O) merek Whip Pink saat konser mereka pada tahun 2023.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan pemeriksaan dijadwalkan pada Senin (8/6) hari ini, sekitar pukul 15.30 WIB.
"Penyidik Subdit 3 bakal melakukan pemeriksaan management Djakarta WareHouse Project (DWP) mengenai promosi penjualan Whip Pink berbarengan dengan aktivitas DWP tahun 2023," ujarnya kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan pemeriksaan dilakukan lantaran terdapat postingan promosi dalam akun instagram berjulukan @whippink.coyang diunggah pada 3 Desember 2023 lalu.
Akun instagram itu mengunggah soal setiap pembelian lima produk Whip Pink, bakal mendapatkan satu tabung Whip Pink secara cuma-cuma dengan menyertakan aktivitas DWP XV.
Selain itu, akun instagram itu juga menyematkan keterangan dalam unggahannya nan bertuliskan "PROMO DWP FOR BALI AREA".
"Saksi management bersedia memberikan keterangan di Bareskrim setelah dilakukan pemeriksaan," jelasnya.
Sebelumnya, Bareskrim Polri tengah gencar melakukan penyelidikan mengenai penyalahgunaan gas nutrious oxide (N2O) merek Whip Pink.
Dalam perihal ini, interogator kepolisian sendiri sudah sukses mengungkap pabrik nan memproduksi produk itu dengan omzet miliaran rupiah nan berada di bawah naungan PT Suplaindo Sukses Sejahtera.
Setelahnya, polisi juga gencar memanggil sejumlah Influencer hingga Youtuber nan pernah menggunakan produk itu.
(tfq/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·