Dittipidsiber Bareskrim Polri membongkar sindikat gambling online (judol) nan menggunakan modus promosi melalui spam komentar di IG (IG). Dari praktik terlarangan itu sindikat ini diketahui meraup omzet hingga Rp 90 miliar per tahun.
Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Adex Yudiswan menjelaskan, pengungkapan ini bermulai dari laporan info Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengenai maraknya spam komentar bermuatan pertaruhan di media sosial pada Juni 2026.
"Tim kemudian melakukan penyelidikan dan patroli siber, lampau menemukan spam komentar bermuatan pertaruhan daring dengan website GARAM26, SOR54, RAWIT14 nan direct pada website PUSATJP68," kata Adex dalam bertemu pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak berakhir di situ, pada Juli 2026, interogator kembali menemukan intensitas spam serupa dari situs PARIS52, HANTAM01, dan MANIS36 nan diarahkan ke situs JARIBOS. Situs-situs tersebut menawarkan beragam jenis pertaruhan mulai dari slot, kasino, hingga gambling bola.
"Berdasarkan hasil pendalaman di lapangan oleh interogator dan ditemukan kebenaran bahwa pusat kendali dan operasional seluruh website tersebut berada di luar negeri," ungkap Adex.
Dalam operasi ini, Bareskrim menangkap total enam tersangka dari dua laporan polisi berbeda. Pada klaster pertama, polisi menangkap 3 tersangka yakni:
1. TRN, diamankan di Depok pada (7/7/2026) dengan peran sebagai pemilik rekening penampung pertaruhan online.
2. TP, diamankan di Jakarta pada (7/7/2026) dengan peran sebagai kapten pengumpul rekening, mengumpulkan rekening.
3. CR, diamankan di Cianjur pada (12/7/2026) dengan peran sebagai penghubung antara kapten rekening dan leader.
Pada klaster kedua, polisi menangkap 3 tersangka lainnya yakni:
1. AR, diamankan di Jakarta Pusat pada (25/7/2026). Dia berkedudukan Sebagai kapten rekening alias pengumpul rekening.
2. FJC, diamankan di Depok pada (25/7/2026). Adapun perannya sebagai leader operasional pertaruhan online nan berada di Indonesia.
FJC juga berkedudukan untuk mengoordinir pengumpul rekening dan mengirimkan ke luar negeri. Dia juga secara aktif melakukan rekrutmen pekerja nan mau bekerja di luar negeri sebagai Search Engine Optimization (SEO), customer service, dan telemarketing pertaruhan online.
3. IR, diamankan di Pekanbaru pada tanggal (13/8/2026). Dia berkedudukan sebagai customer service nan bekerja memproses deposit, withdrawal, dan lain-lain.
Dari tangan para tersangka, polisi menyita peralatan bukti nan sangat banyak, di antaranya 350 kartu ATM, puluhan kitab tabungan, paspor, hingga kartu kerja asing di Kamboja. Di sisi lain, interogator tetap memburu tujuh orang lainnya nan telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), ialah DS, HS, AS, A, RGP, AA, dan DBB.
Lebih jauh, Adex mengungkap, berasas penelusuran aliran dana, omzet dari dua perkara mencapai miliaran rupiah.
"Dari hasil penelusuran aliran dana, didapat omset dari dua perkara nan melibatkan delapan tersangka gambling online tersebut mencapai Rp 7,5 miliar per bulan alias Rp 90 miliar per tahun," tutur dia.
Kini pihaknya telah memblokir sebanyak 42 rekening dengan total duit sebesar Rp 83.100.000 nan berangkaian dengan tindak pidana pertaruhan online tersebut.
Atas perbuatannya, para tersangka terancam dijerat dengan Pasal 426 ayat 1 huruf b dan c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Perjudian Online, dan/atau Pasal 82 dan/atau Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana, dan/atau Pasal 607 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, alias penyertaan Pasal 55 ayat 1 ke-1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
"Dengan ancaman balasan pidana penjara paling maksimal selama 15 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar," pungkas Adex.
(ond/lir)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·