Awaludin
, Jurnalis-Kamis, 14 Mei 2026 |21:05 WIB

Karaoke jadi sarang narkoba (foto: dok ist)
JAKARTA - Pengungkapan dugaan peredaran narkotika di area intermezo malam B Fashion Hotel, dan The Seven oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menuai sorotan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta didesak segera menutup dan mencabut izin operasional B Fashion Hotel secara permanen.
Desakan itu muncul setelah abdi negara kepolisian membongkar dugaan praktik peredaran ekstasi dan vape mengandung etomidate nan disebut telah berjalan cukup lama di letak intermezo malam tersebut.
Ketua Umum Patriot Anti Narkoba (Patron), Muannas Alaidid, menilai pengungkapan kasus oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri mengindikasikan adanya pola peredaran narkotika nan terorganisir.
“Bahkan, sejumlah keterangan menyebut adanya sistem transaksi terselubung hingga akses unik untuk tamu VIP,” ujar Muannas, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, andaikan dugaan tersebut terbukti benar, pemerintah wilayah kudu mengambil langkah tegas demi menjaga keamanan masyarakat dan mencegah tempat intermezo malam menjadi letak peredaran narkoba.
Muannas juga menyinggung beragam info nan beredar di media sosial mengenai dugaan aktivitas lain nan dinilai bertentangan dengan norma dan norma kesusilaan.
“Di media sosial terungkap dugaan adanya pelayanan seks untuk LGBT, threesome sexual service, sexual massage, dan lain-lain,” katanya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·