Persaingan sengit antara dua raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid, sekarang memasuki babak baru di bursa transfer. Kali ini, kedua klub elit tersebut dilaporkan tengah bersaing ketat untuk mengamankan jasa gelandang jangkar sekaligus kapten tim nasional Spanyol, Rodri, nan saat ini memperkuat Manchester City.
Pemain nan baru saja pulih dari operasi punggung itu sekarang menyisakan perjanjian satu tahun berbareng The Citizens. Meskipun klub Premier League tersebut beriktikad mempertahankan sang gelandang untuk memimpin era baru di bawah didikan manajer Enzo Maresca, bujukan pulang kampung ke Spanyol tampaknya menjadi aspek krusial nan bisa mengubah jalannya saga transfer ini.
Barcelona Siap Menjegal Langkah Real Madrid
Barcelona dikabarkan langsung bergerak sigap setelah mendengar kesukaan Real Madrid terhadap Rodri. Berdasarkan laporan Sky Sports News, kubu Blaugrana telah mendapatkan angin segar bahwa mereka mempunyai kesempatan besar untuk memboyong sang gelandang jika dia memutuskan hengkang pada jendela transfer kali ini. Ketertarikan Barcelona dilaporkan meningkat drastis dalam beberapa jam terakhir demi memperkuat lini tengah mereka nan dinilai tetap memerlukan sosok pemimpin berkarakter.
Di sisi lain, Real Madrid sudah terlebih dulu mengambil langkah konkret dengan menjalin komunikasi dengan Manchester City sejak pekan lalu. Klub besutan Jose Mourinho tersebut apalagi diyakini siap menggelontorkan biaya sebesar 50 juta poundsterling demi memulangkan Rodri ke ibu kota Spanyol. Langkah garang Madrid ini juga dipicu oleh kritik publik terhadap Presiden Florentino Perez nan dinilai minim menyumbang pemain lokal Spanyol di turnamen akbar terakhir.
Situasi ini membikin Manchester City berada di posisi nan dilematis. Dengan perjanjian nan hanya tersisa 12 bulan, akibat kehilangan sang pemain secara cuma-cuma pada musim depan menjadi ancaman nan kudu dihitung dengan jeli oleh jejeran manajemen klub Inggris tersebut.
Mantan bek Liverpool nan sekarang menjadi analis sepak bola, Jamie Carragher, memberikan pandangan mengenai potensi transfer ini. Carragher menilai bahwa melepas pemain sekelas Rodri dengan nilai sekitar 40 hingga 50 juta poundsterling adalah sebuah kerugian besar bagi Manchester City, mengingat peran krusial sang pemain di atas lapangan hijau nan nyaris tidak tergantikan oleh siapa pun saat ini.
“Jika Anda adalah Manchester City, apa gunanya menjual mereka? Anda lebih baik mempertahankannya untuk satu tahun ekstra,” tegas Carragher memberikan analisisnya.
Ia menambahkan bahwa Rodri merupakan pemain terbaik di posisinya di kancah Premier League saat ini. “Bagi saya, bakal sangat susah bagi mereka untuk menjuarai Premier League tanpa Rodri, meskipun mereka mempunyai banyak gelandang lain,” tambah Carragher.
Kehilangan Rodri juga dinilai bakal menyisakan lubang dalam tim, terlebih setelah Bernardo Silva memutuskan hengkang ke Real Madrid. Meskipun City telah mendatangkan Elliot Anderson nan digadang-gadang sebagai suksesor masa depan, kehadiran sosok senior seperti Rodri dinilai tetap krusial untuk menjaga stabilitas permainan tim di kejuaraan domestik maupun Eropa.
Sejak berasosiasi dari Atletico Madrid pada 2019, Rodri menjelma sebagai jantung permainan Manchester City. Hingga musim panas 2026, gelandang memperkuat asal Spanyol itu telah mencatat lebih dari 260 penampilan di semua kompetisi, menyumbang lebih dari 25 gol dan sekitar 30 assist.
Perannya sangat vital dalam era keemasan tim didikan Pep Guardiola, dengan koleksi empat gelar Liga Inggris beruntun (2020/21–2023/24), satu Liga Champions, dua Piala FA, dua Piala Liga Inggris, Piala Dunia Antarklub FIFA, UEFA Super Cup, serta Community Shield. Rodri juga mengukir sejarah sebagai pemain pertama Manchester City nan memenangi Ballon d'Or pada 2024.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·