Anggota DPR Minta Usut Tuntas Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Jaksel

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Sejumlah personil DPR RI turut menanggapi perihal temuan ratusan senjata, termasuk senjata api, narkoba, hingga CD porno di salah satu sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Mereka meminta agar temuan itu diusut tuntas.

Salah satunya nan bersuara ialah personil Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. Ia meminta abdi negara penegak norma mengusut tuntas temuan-temuan tersebut.

"Sebanyak 995 pucuk senjata api bukanlah jumlah nan sedikit. Kepemilikan senjata sebanyak itu mengindikasikan adanya prosedur nan diduga telah dilanggar, lantaran tidak mungkin seseorang secara sah mempunyai senjata dalam jumlah sebesar itu," ujar TB Hasanuddin dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, selain senjata api, abdi negara juga menemukan narkotika. Kedua temuan tersebut merupakan dugaan tindak pidana nan kudu diproses secara serius sesuai ketentuan norma nan berlaku.

"Senjata api nan jatuh ke tangan pihak nan tidak bertanggung jawab dapat membahayakan masyarakat apalagi menakut-nakuti keamanan negara. Begitu pula dengan narkotika nan kudu diusut untuk mengetahui tujuan kepemilikan maupun jaringan peredarannya," ucap TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin meminta interogator tidak berakhir pada penyitaan peralatan bukti, tetapi juga menelusuri asal-usul seluruh senjata api dan narkotika tersebut. Termasuk pihak-pihak nan terlibat dalam penyimpanan maupun kepemilikannya.

"Kasus ini kudu diusut hingga tuntas. Aparat perlu mengungkap dari mana senjata api itu berasal, gimana bisa tersimpan di lingkungan sekolah, dari mana narkotika diperoleh, serta siapa saja nan bertanggung jawab. Semua pihak nan terbukti terlibat kudu diproses sesuai hukum," katanya.

Lebih lanjut, TB Hasanuddin menilai pengurus yayasan maupun pihak pengelola sekolah juga perlu dimintai keterangan untuk memastikan ada alias tidaknya pengetahuan maupun keterlibatan dalam keberadaan barang-barang tersebut.

"Apabila memang ditemukan senjata api dan narkotika dalam jumlah besar di lingkungan sekolah, tentu perlu didalami apakah pengurus yayasan maupun pengelola sekolah mengetahui keberadaan barang-barang tersebut. Semua kebenaran kudu dibuka secara transparan melalui proses penyelidikan dan penyidikan," pungkasnya.

Senada, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian juga meminta temuan senjata hingga CD porno tersebut diusut tuntas. Dia meminta abdi negara penegak norma mengusut secara menyeluruh, profesional, dan transparan mengenai temuan tersebut.

"Kami menghormati sepenuhnya proses investigasi nan sedang dilakukan oleh Kepolisian. Status norma seluruh peralatan nan ditemukan tentu menjadi kewenangan interogator untuk dibuktikan melalui pemeriksaan forensik, balistik, maupun penelusuran legalitas kepemilikannya. Namun, mengingat letak penyimpanannya berada di lingkungan sekolah, perkara ini kudu ditangani secara serius lantaran menyangkut keselamatan peserta didik dan kepercayaan masyarakat terhadap bumi pendidikan," ujar Lalu.

Lalu mengatakan sekolah merupakan ruang belajar nan kudu bebas dari segala corak ancaman. Sebab itu, setiap dugaan penyimpanan senjata alias perlengkapan lain nan berpotensi membahayakan di lingkungan sekolah perlu diusut secara tuntas agar peristiwa serupa tak kembali terjadi.

"Prinsip nan kudu dijaga adalah sekolah kudu menjadi tempat nan paling kondusif bagi anak-anak untuk belajar. Apa pun hasil investigasi nantinya, negara bertanggung jawab memastikan bahwa seluruh satuan pendidikan mempunyai sistem pengamanan nan baik dan terbebas dari aktivitas nan dapat menakut-nakuti keselamatan penduduk sekolah," tegasnya.

Lalu Hadrian juga menyoroti info mengenai ditemukannya peralatan bukti nan diduga berangkaian dengan narkotika. Menurutnya, andaikan hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran hukum, maka penegakan norma kudu dilakukan secara tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Apabila betul terdapat unsur tindak pidana, baik nan berangkaian dengan senjata maupun narkotika, maka seluruh pihak nan bertanggung jawab kudu diproses sesuai hukum. Namun demikian, kita tetap kudu mengedepankan asas prasangka tak bersalah hingga proses norma memperoleh kepastian," katanya.

Lebih lanjut, dia mendorong agar hasil investigasi nantinya tak hanya berakhir pada penetapan pihak nan bertanggung jawab. Namun juga menjadi momentum untuk melakukan pertimbangan terhadap sistem keamanan di seluruh satuan pendidikan.

"Peristiwa ini kudu menjadi pelajaran bersama. Pemerintah, penyelenggara pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat standar keamanan sekolah, termasuk pengawasan terhadap pemanfaatan aset dan akomodasi sekolah agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar kegunaan pendidikan," ujarnya.

Sebelumnya, temuan senjata, compact disc (CD) porno hingga narkoba di sebuah ruangan di sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan menyimpan teka-teki. Jumlahnya tak main-main, nyaris mencapai seribu pucuk senjata.

Berbagai jenis senjata api hingga airgun tersebut ditemukan pada tanggal 10-11 Juli 2026 saat hendak melakukan bongkar muat barang. Senjata api nan ditemukan berjumlah 995 pucuk.

Pada Rabu (5/8) malam, pihak sekolah kembali menemukan beberapa senjata. Tak hanya itu, Hermawanto menyebut pihaknya juga menemukan narkotika hingga 30 CD porno di ruangan mantan ketua yayasan tersebut.

Pihak sekolah melaporkan temuan senjata api hingga narkoba tersebut. Pihak sekolah menyatakan mendukung penuh mengusut polisi mengenai asal-usul hingga kepemilikan barang-barang terlarang itu.

Ratusan pucuk senjata hingga narkoba itu ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah tersebut.

(maa/amw)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News