Tangguh Yudha
, Jurnalis-Rabu, 11 Maret 2026 |15:19 WIB

Harga Pangan (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan nilai daging ayam dan telur ayam ras secara nasional mulai berangsur turun. Penurunan tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa tren kenaikan nilai pangan semakin terkendali menjelang Hari Raya Idulfitri.
Berdasarkan info Panel Harga Pangan Bapanas, nilai rata-rata ayam ras hidup di tingkat produsen tercatat sebesar Rp24.508 per kilogram, alias turun 0,13 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Harga tertinggi tercatat di Sumatera Utara sebesar Rp27.781 per kilogram, sedangkan nilai terendah berada di Banten sebesar Rp22.500 per kilogram.
Rata-rata tersebut tetap berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) produsen nan ditetapkan sebesar Rp25.000 per kilogram.
Sementara itu, nilai daging ayam ras di tingkat konsumen secara nasional tercatat rata-rata Rp40.657 per kilogram. Harga tertinggi ditemukan di Papua Tengah nan mencapai Rp64.412 per kilogram, sedangkan nilai terendah berada di Sulawesi Selatan sebesar Rp32.196 per kilogram.
Bapanas menyebut, tren penurunan juga terjadi pada nilai telur ayam ras. Di tingkat produsen, nilai rata-rata nasional tercatat Rp26.874 per kilogram, turun 0,75 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Harga tertinggi tercatat di Sulawesi Utara sebesar Rp32.000 per kilogram, sementara nilai terendah berada di Jambi sebesar Rp24.667 per kilogram. Meski demikian, nomor tersebut tetap sedikit di atas HAP produsen nan ditetapkan sebesar Rp26.500 per kilogram.
Adapun nilai telur ayam ras di tingkat konsumen secara nasional tercatat rata-rata Rp31.674 per kilogram. Harga tertinggi berada di Papua Selatan nan mencapai Rp51.000 per kilogram, sementara nilai terendah berada di Aceh sebesar Rp27.867 per kilogram.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengatakan pemantauan nilai pangan terus dilakukan di beragam daerah.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·