Banyuwangi Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Pada fase pertama dan kedua, Austria dan Norwegia mendukung pembangunan prasarana persampahan, termasuk TPST Blak nan mempunyai kapabilitas pengolahan hingga 80 ton sampah per hari.

Memasuki fase ketiga pada 2024, support dari Uni Emirat Arab diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Sistem tersebut mencakup edukasi masyarakat, pemilahan sampah dari sumber, penyediaan sarana, pengangkutan terpilah, hingga proses pengolahan.

Hingga Mei 2026, Program Banyuwangi Hijau telah menjangkau 73 desa dengan cakupan jasa 23.410 rumah tangga alias sekitar 500.000 jiwa. TPS 3R Balak juga telah menerima lebih dari 14.145 ton sampah sejak mulai beroperasi.

Pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut menunjukkan bahwa penanganan sampah tidak hanya berjuntai pada tempat pembuangan akhir, tetapi dapat dilakukan melalui pemilahan dan pengolahan sejak dari sumbernya. Model ini menjadi salah satu argumen Banyuwangi didorong untuk menjadi contoh pengelolaan sampah bagi wilayah lain.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita