Jakarta, CNBC Indonesia - Tren menarik mulai terlihat di pasar mobil bekas. Sejumlah pemilik mobil diesel, mulai dari SUV ladder frame hingga MPV diesel, sekarang memilih menjual kendaraannya dan beranjak ke mobil bensin berkapasitas tujuh penumpang. Fenomena ini disebut semakin sering ditemui oleh pedagang mobil jejak di Jakarta.
Perubahan tersebut terjadi ketika banyak pemilik kendaraan mulai menghitung ulang biaya operasional harian. Jika sebelumnya mobil diesel identik dengan irit dan cocok untuk perjalanan jauh, sekarang sebagian konsumen menilai selisih penghematan tersebut tidak sebesar beberapa tahun lalu.
"Banyak, banyak banget. Apalagi itu Innova ya," kata penjual mobil jejak MGK Kemayoran, Anto, saat ditanya mengenai banyaknya mobil diesel nan ditawarkan ke pasar.
Menurut pelaku upaya mobil bekas, salah satu aspek nan sering menjadi bahan pertimbangan konsumen adalah nilai bahan bakar diesel non-subsidi nan terus menjadi perhatian pengguna kendaraan diesel modern. Terlebih, tidak semua pemilik kendaraan mempunyai akses mudah terhadap BBM subsidi nan memerlukan persyaratan tertentu.
Kondisi tersebut membikin sebagian pemilik mobil mulai melirik kendaraan bensin nan lebih sederhana, terutama segmen MPV family nan dinilai cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mempunyai biaya kepemilikan nan lebih ringan.
"Kalau nan nggak ada barcode itu susah, susah ya. Karena kan beda dulu beberapa tahun lalu. Sekarang mau daftar saya dengar agak susah," ujar Anto.
Di pasar mobil bekas, kendaraan seperti Suzuki Ertiga Hybrid, Mitsubishi Xpander, Toyota Avanza, hingga Daihatsu Xenia sekarang menjadi pengganti nan cukup banyak dicari oleh mantan pengguna mobil diesel. Selain kapabilitas tujuh penumpang, biaya servis dan kebutuhan operasional dinilai lebih mudah diprediksi.
Meski demikian, bukan berfaedah minat terhadap mobil diesel lenyap sepenuhnya. Kendaraan diesel tetap mempunyai pasar tersendiri, terutama bagi pengguna nan sering berjalan jarak jauh alias memerlukan torsi besar. Namun dibanding beberapa tahun lalu, konsumen sekarang terlihat lebih selektif dan lebih banyak membandingkan total biaya kepemilikan sebelum memutuskan membeli kendaraan.
"Jadi banyak nan menjual mobil diesel ini, jika nilai variatif tergantung kondisi mobil, kaya Innova dari Rp250 juta juga ada tapi tergantung kondisi dan tahun," sebut Anto.
Suasana penjualan mobil jejak di MGK Kemayoran, Jakarta, Senin (15/6/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Suasana penjualan mobil jejak di MGK Kemayoran, Jakarta, Senin (15/6/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·