Bantuan terus Disalurkan kepada para Korban Banjir Padang

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Bantuan terus Disalurkan kepada para Korban Banjir Padang PLN menyalurkan support kepada korban banjir Padang.(PLN)

Banjir bandang nan melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10), berakibat pada permukiman penduduk dan jaringan kelistrikan. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat menyalurkan support kebutuhan pokok sekaligus melakukan perbaikan prasarana listrik di wilayah terdampak. Bantuan disalurkan kepada penduduk di Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, dan Lubuk Minturun. Jenis support mencakup makanan siap saji, sembako, busana untuk orang dewasa dan anak-anak, serta air bersih.

General Manager PLN UID Sumatera Barat Ririn Rachmawardini mengatakan, support tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan penduduk selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabanjir.

“Ketika banjir datang dan membikin masyarakat kudu menghadapi beragam keterbatasan, tentu ada banyak perihal nan menjadi kekhawatiran, mulai dari kondisi rumah hingga kebutuhan family sehari-hari. Karena itu, kami mau datang dan membantu masyarakat. Bantuan makanan siap saji ini merupakan langkah awal nan kami harapkan dapat sedikit meringankan beban warga,” ujar Ririn dalam keterangan tertulis pada 11 Oktober.

Pada tahap awal, PLN UID Sumatera Barat menyalurkan 150 porsi makanan siap saji kepada penduduk terdampak di Guo, Kuranji. Bantuan tersebut disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN.

Selanjutnya, pada Minggu (11/10), Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Padang menyalurkan nasi bungkus, mi instan, dan minuman hangat di Guo dan Lubuk Minturun. Bantuan itu diberikan kepada penduduk terdampak serta petugas campuran nan terlibat dalam penanganan pascabencana.

Pada Senin (12/10), PLN UID Sumatera Barat kembali menyalurkan support TJSL berupa sembako, busana dewasa dan anak-anak, serta air bersih. Penyaluran tersebut dilaporkan dalam keterangan perusahaan pada 13 Oktober.

“Kami memahami bahwa banjir bandang ini membawa kesedihan dan kesulitan bagi masyarakat nan terdampak. Semoga support nan kami hadirkan dapat sedikit meringankan beban penduduk dan menjadi penyemangat bahwa tetap banyak pihak nan peduli dan mau membantu,” kata Ririn.

Jaringan Listrik Rusak akibat Banjir

Selain menyalurkan bantuan, PLN melakukan penanganan terhadap jaringan kelistrikan nan terdampak banjir. Menurut keterangan perusahaan, hujan lebat sejak sekitar pukul 16.00 WIB pada Sabtu (10/10) turut berakibat pada prasarana listrik di sejumlah lokasi.

Banjir menyebabkan sejumlah tiang listrik roboh alias miring serta merusak jaringan tegangan rendah di wilayah kerja PLN UP3 Padang, terutama Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tabing dan ULP Kuranji.

PLN melakukan pemeriksaan, pengamanan, dan perbaikan jaringan secara bertahap, termasuk di area Pasar Lalang dan Lumin Park. Perusahaan juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendukung akses petugas ke letak terdampak.

Ririn mengatakan, pemulihan pasokan listrik dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jaringan dan keselamatan masyarakat.

“Kami memahami sungguh pentingnya listrik dalam proses tersebut. Karena itu, petugas PLN terus berupaya menangani jaringan nan terdampak agar pasokan listrik dapat kembali dinikmati masyarakat dengan aman,” ujarnya.

Dalam laporan penanganan nan dirilis pada 11 Oktober, PLN menyebut sebagian besar pengguna terdampak telah kembali mendapatkan pasokan listrik. Namun, dua rumah pengguna di wilayah Tabing nan mengalami kerusakan berat tetap diisolasi aliran listriknya untuk mencegah potensi bahaya. Isolasi dilakukan sementara hingga kondisi gedung dan instalasi dinilai memungkinkan untuk penanganan lebih lanjut.

“Bagi kami, memastikan listrik kembali menyala kudu melangkah seiring dengan memastikan keselamatan masyarakat. Pada rumah nan mengalami kerusakan berat, pasokan listrik sementara kami amankan untuk mencegah akibat nan dapat membahayakan penghuni,” jelas Ririn.

PLN mengimbau masyarakat untuk tidak menyentuh instalasi listrik nan terendam, kabel terkelupas, alias jaringan nan mengalami kerusakan. Warga dapat melaporkan potensi ancaman kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile agar ditangani petugas.

Warga Hadapi Kerusakan Rumah dan Tempat Usaha

Banjir juga merusak rumah dan tempat upaya penduduk di wilayah terdampak. Salah satunya dialami Itra Yoni, 40 tahun, penduduk Kampung Guo, Kuranji. Kedai miliknya nan baru dibangun kembali setelah terdampak banjir pada akhir 2025 kembali hanyut saat banjir menerjang pada 10 Oktober. Etalase nan baru dibeli juga mengalami kerusakan.

“Alhamdulillah, saya dan family selamat. Untuk makan sehari-hari tetap bisa diusahakan, tetapi memperbaiki rumah dan membeli peralatan nan rusak tidak mudah,” kata Itra.

Sementara itu, penduduk Lubuk Minturun, Liza Febria, mengaku sempat terjebak banjir selama sekitar dua jam sebelum diselamatkan tim di sekitar lokasi.

“Ibu terjebak dua jam sampai ada tim sekitar nan menyelamatkan kami untuk bisa keluar dari banjir,” ujarnya.

Liza juga menyampaikan bahwa sirene peringatan nan diharapkannya dapat memberi tanda ancaman tidak bersuara saat banjir datang. Keluhan tersebut menjadi salah satu perihal nan perlu ditindaklanjuti pihak mengenai untuk memastikan kesiapan sistem peringatan awal di wilayah rawan banjir.

Kerusakan rumah, tempat usaha, dan prasarana kelistrikan menunjukkan bahwa penanganan pascabanjir tidak hanya mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga pemulihan akomodasi serta aktivitas ekonomi warga. Koordinasi antara pemerintah daerah, petugas penanganan bencana, dan pihak mengenai diperlukan untuk mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑