Pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheuneman(MI/Khoerun Nadif Rahmat)
PELATIH Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheuneman menegaskan kemenangan 7-0 atas Arab Saudi bukan menjadi satu-satunya tujuan Garuda Pertiwi pada Srikandi Merdeka Cup 2026.
Garuda Pertiwi menang telak 7-0 atas Timnas Putri U-16 Arab Saudi pada laga Grup A Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jumat (14/8).
Kendati meraih kemenangan, Timo menyebut bahwa pihaknya menginginkan lebih dari sekadar kemenangan.
"Kami mau menang, tapi kami mau menang lebih daripada menang. Kita mau itu tadi: membina pemain untuk tim senior," kata Timo seusai pertandingan di Supersoccer Arena, Kudus, Jumat (14/8).
Timo menilai laga tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan pemain muda untuk dipersiapkan menuju level senior. Ia menyebut sebanyak 13 pemain menjalani debut pada pertandingan melawan Arab Saudi.
"Tadi ada 13 pemain nan debut. Kalau di U-17 itu memang sesuatu nan normal ya, tiap tahun pasti keluar masuk pemain baru," ujarnya.
Menurut Timo, penampilan timnya semakin berkembang pada babak kedua. Meski demikian, dia mengapresiasi lini pertahanan nan tampil solid sejak awal pertandingan.
"Yang bikin saya respek, nan belum keluar ofensifnya, defens-nya keluar semua. Defens-nya sangat taktis," kata dia.
Timo juga memuji pressing nan dilakukan para pemain secara bersama-sama sehingga Arab Saudi kesulitan mengembangkan permainan.
"Anda bisa lihat mereka (lawan) tidak berkembang sama sekali lantaran pressing-nya betul-betul bersama-sama dan semua mengerti apa nan mereka lakukan," tuturnya.
Ia menegaskan tugas utama pembimbing golongan usia bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan mencari dan mencetak pemain nan dapat memperkuat Timnas senior pada masa mendatang.
"Saya itu cari pemain dan saya membina pemain untuk Timnas Senior. Harusnya seperti itu pembimbing Timnas U-17," ujar Timo.
Selain membina pemain, Timo mempunyai tujuan lebih besar dalam pengembangan sepak bola putri Indonesia. Ia mau keberadaan Garuda Pertiwi dapat mendorong semakin banyak anak wanita tertarik bermain sepak bola.
"Lebih daripada itu, kita mau membangun sebuah movement. 'Ayo wanita main bola dong'," katanya.
Timo juga mengapresiasi proses pemilihan pemain nan dilakukan secara sistematis dan objektif. Skuad Garuda Pertiwi, kata dia, dihuni pemain dari beragam daerah, termasuk Sumatra dan Papua.
"Ini bener-bener tim nan dipilih dengan seksama dari mana-mana. Ada dari Sumatra ada tadi, Fadilah itu. Kemudian ada nan dari Papua tadi dua anak," ujarnya.
Timo menilai munculnya pemain-pemain muda dari beragam wilayah menjadi sinyal positif bagi masa depan sepak bola putri Indonesia.
"Saya rasa masa depan sepak bola Indonesia putri cerah lantaran kita sudah ada masuk lagi, masuk lagi dari bawah," kata dia. (Ndf)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·