Bantah BUMN Jadi Tempat Bagi-Bagi Jabatan, Bakom: Banyak Orang Berhenti Jadi Komisaris-Direksi

Sedang Trending 5 hari yang lalu

 Banyak Orang Berhenti Jadi Komisaris-Direksi

Bantah BUMN Jadi Tempat Bagi-Bagi Jabatan, Bakom: Banyak Orang Berhenti Jadi Komisaris-Direksi (Foto: BP BUMN)

JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI) Hariqo Wibawa Satria membantah dugaan BUMN tempat "bagi-bagi jabatan" di era Presiden Prabowo Subianto. Dia menyebut, banyak dewan dan komisaris di BUMN nan berhenti.

Hariqo menjelaskan, Prabowo mempunyai prinsip agar penghematan duit negara melalui pemangkasan BUMN dipakai untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk berbagi jabatan. Hal itu didasari dari upaya Prabowo nan memangkas jumlah BUMN.

"Di zamannya Pak Prabowo diminta 1.077 BUMN itu dikurangi menjadi 300 BUMN saja. Kalau bisa jumlahnya 200 alias 100. Ini menghemat duit negara lebih dari Rp50 triliun," kata Hariqo dalam perbincangan Refleksi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto di area Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026). 

Kendati demikian, Hariqo berkata, Prabowo lebih mengutamakan kepentingan masyarakat daripada, menjadikan BUMN tempat berbagi jabatan. Dia pun berkata, pengisian jejeran petinggi BUMN didasari atas banyaknya komisaris dan dewan nan berhenti 

"Jadi Presiden kita lebih mengutamakan penghematan duit negara, kepentingan masyarakat daripada menjadikan BUMN untuk tempat orang-orang," tutur Hariqo.

"Kalau berpikirnya jangka pendek kan bisa saja, ya sudah BUMN digunakan untuk tim sukses sebanyak-banyaknya. Saat ini banyak sekali orang nan berakhir jadi komisaris, banyak orang nan berakhir jadi direksi," ujar Hariqo.

Dia juga mengungkapkan sudah tidak ada lagi tantiem alias bingkisan untuk komisaris BUMN. "Dan untuk pertamanya tantiem itu sudah tidak ada lagi untuk para komisaris. Nah, ini kan jarang nan dibicarakan orang. nan dibicarakan orang nan jelek-jeleknya saja," tukasnya.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan buletin ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑