Feby Novalius
, Jurnalis-Kamis, 12 Februari 2026 |12:08 WIB

Stok beras nasional dipastikan aman, meski penyaluran bansos direncanakan pada kuartal I 2026. (foto: Okezone.com/MPI)
JAKARTA – Pemerintah menyiapkan support sosial (bansos) beras bagi lebih dari 35 juta penerima menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Stok beras nasional dipastikan aman, meski penyaluran bansos direncanakan pada kuartal I 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perihal itu didasarkan pada proyeksi peningkatan produksi beras pada Januari hingga Maret nan menunjukkan bahwa pasokan beras Indonesia tetap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional pada triwulan I 2026 mencapai 10,16 juta ton, alias melonjak 15,79 persen dibandingkan 8,78 juta ton pada periode nan sama tahun sebelumnya.
“Diperkirakan dengan kenaikan produksi nan ada, (pasokan bagi) support sosial beras itu mencukupi,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (12/2/2026).
Airlangga menyebut kebijakan bansos beras tersebut merupakan bagian dari stimulus pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I.
Dalam kebijakan tersebut, pemerintah berencana memberikan support beras sebanyak 10 kilogram (kg) kepada masyarakat desil 1 (sangat miskin) hingga desil 4 (rentan miskin), sesuai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN).
Selain beras, pemerintah juga bakal memberikan support berupa 2 liter minyak goreng bagi golongan masyarakat tersebut.
“Kebijakan ini bakal menyasar 35,04 juta family penerima faedah dengan total anggaran sebesar Rp11,92 triliun,” tambahnya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·