BWS menegaskan konsentrasi strategi upaya tahun 2026 pada penguatan esensial perusahaan.(Dok. BWS)
PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) menegaskan konsentrasi strategi upaya tahun 2026 pada penguatan esensial perusahaan guna menghadapi tantangan industri perbankan nan dinamis. Melalui jejeran manajemen baru, Perseroan berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, likuiditas, dan permodalan.
Manajemen BWS menyatakan bahwa transformasi upaya bakal dijalankan secara lebih terarah dan prudent. Strategi utama diarahkan pada penguatan upaya inti melalui penyaluran kredit nan selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian pada segmen nan mempunyai prospek solid.
Hingga Maret 2026, BWS mencatatkan penyaluran angsuran sebesar Rp40,87 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 42,28% merupakan angsuran nan dialokasikan untuk segmen korporasi. Perseroan terus berupaya menjaga kualitas aset melalui peningkatan monitoring dan penguatan proses kajian kredit.
Selain konsentrasi pada kredit, BWS memprioritaskan penguatan struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah alias Current Account Saving Account (CASA). Per Maret 2026, perolehan giro BWS mencapai Rp3,61 triliun dan tabungan sebesar Rp4,16 triliun. Langkah ini diambil untuk mendukung efisiensi biaya dana di tengah ketatnya persaingan penghimpunan biaya pihak ketiga.
Analis Sarkia Adelia menilai langkah BWS memprioritaskan kualitas aset dan likuiditas sudah tepat di tengah kondisi ekonomi nan belum stabil.
"Bank nan bisa menjaga kualitas aset, memperkuat CASA, dan disiplin dalam pengelolaan likuiditas bakal mempunyai posisi nan lebih baik untuk tumbuh secara berkelanjutan," ujar Sarkia.
BWS juga mempercepat pengembangan jasa digital banking untuk memperluas akses pengguna dan meningkatkan fee-based income. Digitalisasi ini diharapkan menjadi katalis dalam membangun ekosistem transaksi nan lebih aktif guna memperkuat akuisisi biaya murah.
Keunggulan kompetitif BWS juga didukung oleh Woori Bank Korea sebagai pemegang saham pengendali.
Dukungan ini mencakup aspek permodalan, likuiditas, hingga transfer pengetahuan. Tercatat pada tahun lalu, Woori Bank Korea memberikan suntikan likuiditas sebesar US$500 juta, melengkapi tambahan modal Mata Uang Rupiah sebesar Rp3,1 triliun nan diperoleh melalui PMHMETD IV pada 2023.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·