Jakarta -
Bank Sentral Jepang (BOJ) bakal meningkatkan suku kembang ke level tertinggi dalam 31 tahun pada minggu depan. Keputusan itu dinilai krusial untuk meredam lonjakan nilai dan menjaga stabilitas ekonomi dari akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Dilansir dari Reuters, Minggu (14/6/2026), BOJ diperkirakan bakal meningkatkan suku kembang kebijakan dari 0,75% menjadi 1%. Jika langkah tersebut direalisasikan, kenaikan itu bakal menjadi nan pertama sejak Desember 2025 dan tertinggi dalam 31 tahun sejak 1995.
Keputusan itu diambil meski absennya Gubernur BOJ Kazuo Ueda dalam rapat kebijakan moneter pada 15-16 Juni 2026. Kenaikan suku kembang dinilai krusial untuk memperhatikan akibat kenaikan biaya energi, meningkatnya biaya impor akibat yen melemah dan pasar tenaga kerja nan ketat memicu akibat inflasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, Ueda tidakhadir dalam rapat kebijakan moneter lantaran sedang dirawat di rumah sakit selama dua minggu untuk pengobatan kista hati.
"Ketidakhadiran Ueda tidak bakal memengaruhi keputusan institusional BOJ untuk konsentrasi pada meningkatnya akibat inflasi daripada akibat pertumbuhan akibat bentrok Timur Tengah," kata Ekonom Senior di Mizuho Research Institute, Saisuke Sakai.
Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan para ahli ekonomi memproyeksikan BOJ bakal kembali meningkatkan suku kembang menjadi 1,25% pada kuartal IV-2026, setelah kenaikan pada Juni 2026 menjadi 1%.
(acd/acd)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·