Banjir Aduan soal Gubernur Kaltim, Kemendagri Beri Wanti-wanti

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerima banyak kejuaraan publik terhadap Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud. Kemendagri mengingatkan kepala wilayah untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan.

Dirangkum detikcom, Senin (27/4/2026), sejumlah kebijakan Rudy Mas'ud sempat menuai polemik. Salah satunya, mengenai pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar.

Rudy mengatakan jika pengadaan dilakukan sesuai patokan serta untuk menjaga marwah Kaltim. Saat ini, mobil tersebut telah dikembalikan usai banyak dikritik oleh beragam pihak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, polemik kebijakan Rudy Mas'ud tak berakhir sampai di situ. Dia kembali menuai kritikan usai penganggaran pembaharuan rumah dinas mencapai Rp 25 miliar. Kebijakan-kebijakan tersebut pun memicu kemarahan masyarakat hingga menimbulkan tindakan demonstrasi.

Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengatakan pihaknya tengah mendampingi unik Rudy Mas'ud. Dia mengaku banyak menerima kejuaraan terhadap Rudy Mas'ud.

"Ya Kaltim ini Pak, Pak, Kaltim ini sedang kita, sedang kita dampingi secara khusus. Karena banyak kejuaraan dan juga kita mencermati opini nan ada di publik begitu ya," kata Bima Arya di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (27/4).

Pihaknya, telah mengingatkan agar Rudy lebih berhati-hati mengenai penggunaan anggaran. Dia mengatakan Kaltim termasuk nan wilayah nan banyak diberi catatan mengenai anggaran.

"Kita terus mengingatkan agar betul-betul berhati-hati dengan APBD. Agar dialokasikan sesuai dengan semangat efisiensi. Gitu, ya. Jadi ya Kaltim ini banyak catatan dari kami. Setiap perkembangan pasti kita sikapi," ujarnya.

Kemendagri Turunkan Tim Itjen

Kemendagri telah menurunkan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk memantau aktivitas Gubernur Kaltim. Termasuk, komunikasi nan dilakukan oleh tim Ditjen Otonomi Daerah (Otda) untuk mengingatkan Gubernur soal efisiensi anggaran.

"Ya intinya, semangat efisiensi itu kudu terus dipegang. Dan pemimpin itu, ya kan kudu nan paling, nan paling terakhir senang itu pemimpin. nan paling terakhir lezat itu pemimpin," tutur Bima Arya.

"Pemimpin itu bukan berorientasi pada fasilitas. Pemimpin itu pada karya dan kinerja. Ya kita berambisi ada semangat itu nan di nan disadari oleh kepala wilayah termasuk oleh Pak Gubernur," imbuh dia.

Bima memastikan Kemendagri terus memberikan pandangan kepada Rudy agar memperhatikan alokasi anggaran. Dia mengatakan Kemendagri meminta agar Rudy memilah kembali hal-hal nan dibutuhkan dan sesuai pengarahan efisiensi.

"Kami meminta Pak Gubernur untuk betul-betul mempertimbangkan kembali, mengkaji kembali ya. Semua kan bisa disesuaikan. Ya jika tidak prioritas ya batalkan saja. Ya jika tidak dirasakan oleh warga, ya di apa di, tidak usah dilanjutkan lagi, begitu," ucapnya.

Rudy Mas'ud Minta Maaf

Rudy Mas'ud angkat bicara soal polemik nan belakangan menjadi sorotan publik. Ia menyampaikan permohonan maaf terbuka atas kegaduhan nan muncul, sekaligus mengakui ada perihal nan perlu diperbaiki, terutama dalam komunikasi dan pengambilan sikap.

Rudy mengatakan perihal tersebut melalui video di akun IG pribadinya. Dia awalnya menilai wajar jika masyarakat mengkritik pemerintah sebagai corak kepedulian.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ayahanda ibu dan ada di masyarakat Kalimantan Timur nan saya hormati beberapa hari terakhir saya mengikuti beragam perhatian masuk dan berkembang di tengah masyarakat," katanya mengawali pernyataan dilansir detikKalimantan, Senin (27/4).

"Sebagai gubernur saya memahami ketika menyangkut kebijakan dan penggunaan akomodasi publik, wajar jika muncul pertanyaan bahwa kritik nan keras corak kepedulian masyarakat terhadap wilayah nan kita cintai bersama,"lanjutnya.

Dia mengaku telah merenung dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya memang ada perihal nan kudu diperbaiki sehingga dia meminta maaf dengan kegaduhan nan terjadi.

"Beberapa hari ini saya banyak merenung. Saya menyadari ada hal-hal nan perlu diperbaiki, baik dalam bersikap maupun dalam berkomunikasi. Untuk itu, dari lubuk hati nan paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan nan terjadi," ujarnya, dalam video pernyataannya.

Ia mengatakan perencanaan pembaharuan rumah kedudukan senilar Rp 25 miliar sudah dilakukan sejak dia menjabat, Rudy mengaku perihal ini sekarang menjadi tanggung jawabnya.

"Perlu kami sampaikan secara jujur bahwa perencanaan paket pembaharuan rumah dinas Rp 25 miliar tersebut memang sudah ada sebelum kami menjabat. Namun, saya menyadari sebagai gubernur saat ini tanggung jawab tetap ada pada saya," kata dia.

(amw/amw)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News