Tanjung Enim, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membangun akomodasi hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Kawasan Industri Tanjung Enim alias BACBIE (Bukit Asam Coal Based Industrial Estate) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan.
Proyek nan telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut diproyeksikan bisa menyerap 5.380 tenaga kerja untuk mendorong industrialisasi batu bara di dalam negeri.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menjelaskan bahwa pembangunan nan menyantap lahan hingga 585 hektare tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan.
Ia menyebut, proyek tersebut bakal menjadi pusat pengembangan beragam produk hilirisasi batu bara nan terintegrasi dari hulu ke hilir.
"Bapak-Ibu sekalian, proyek ini juga membawa faedah untuk negara dan kita perkirakan ada sekitar 5.380 tenaga kerja nan bakal terserap di proyek ini di mana 4.300 pada fase konstruksi, kemudian sekitar 1.010 pada fase operasi, satu pabrik," ungkap Turino dalam sambutannya pada aktivitas groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase ke-2 pengembangan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Rabu (29/4/2026).
Pihaknya berkomitmen untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja nan berasal dari wilayah operasional perusahaan di wilayah Sumatra Selatan. Tidak lain, perihal itu dilakukan agar keberadaan industri hilirisasi ini dapat memberikan akibat ekonomi langsung bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar letak tambang.
"Dan kami dari manajemen secara serius mau memastikan agar kebanyakan tenaga kerjanya berasal dari lokal Pak Terutama masyarakat Sumsel, di Muara Enim, di Lahat Jadi kami komit ke sana," imbuhnya.
Proyek ini diinisiasi oleh BPI Danantara dan dijalankan oleh Holding BUMN Tambang MIND ID berbareng PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Pertamina (Persero).
Pabrik ini nantinya bakal mengolah 7 juta ton batu bara menjadi 1,4 juta ton DME alias setara 1 juta ton LPG per tahun.
Ini artinya, proyek hilirisasi batu bara menjadi DME ini bakal berkontribusi pada pengurangan impor LPG sekitar 1 juta ton per tahun. Seperti diketahui, Indonesia selama ini tetap mengimpor sekitar 1 juta ton LPG per tahunnya.
Kawasan industri ini didukung oleh pasokan daya dari PLTU Sumsel 8 berkapasitas 2x660 MW nan merupakan pembangkit listrik mulut tambang terbesar di Asia Tenggara.
"Jadi ini visi jangka panjang kami untuk membangun industrialisasi batu bara di area tambang di Muara Endim," ujarnya.
Proyek tersebut dilakukan di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi Danantara untuk menyinergikan peran antar badan upaya terkait.
Selain pengembangan DME, PTBA juga berencana menginisiasi proyek batu bara menjadi gas sintetis (SNG) hingga bahan bakar cair di letak nan sama.
"Jadi hari ini adalah tonggak krusial perjalanan transformasi pertambangan Indonesia Karena proyek ini bakal jadi proyek nan pertama sesuai astacita untuk melakukan industrialisasi di pertambangan batubara," tandasnya.
(wia)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·