Bangun Pabrik Gas dari Batu Bara, PTBA Gunakan Teknologi Bersih

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Tanjung Enim, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan dimulainya pembangunan alias groundbreaking 13 proyek hilirisasi fase ke-2 dengan total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 116 triliun.

Adapun salah satu proyek nan diresmikan tersebut ialah proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan.

Proyek DME ini diinisiasi oleh Danantara dan dieksekusi berbareng oleh tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, ialah Holding BUMN Pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Pertamina (Persero).

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Turino Yulianto menegaskan bahwa proyek hilirisasi batu bara menjadi DME ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) nan mempunyai peran penting, khususnya dalam memperkuat ketahanan daya nasional.

Dia menyebut, proyek tersebut menggunakan clean coal technology nan bisa menekan emisi hingga 30-40% dibandingkan pembakaran batu bara secara langsung.

"Proyek ini menggunakan teknologi istilahnya clean coal technology di mana emisinya bisa turun 30-40% dibandingkan batu bara dibakar begitu saja," ungkapnya dalam aktivitas groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase ke-2 pengembangan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Rabu (29/4/2026).

Turino menjelaskan, pabrik DME ini bakal mengolah 7 juta ton batu bara menjadi 1,4 juta ton DME alias setara 1 juta ton LPG per tahun.

Ini artinya, proyek hilirisasi batu bara menjadi DME ini bakal berkontribusi pada pengurangan impor LPG sekitar 1 juta ton per tahun. Seperti diketahui, Indonesia selama ini tetap mengimpor sekitar 7 juta ton LPG per tahunnya.

Produk DME ini nantinya bakal diserap oleh PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa batu bara nan diolah nantinya merupakan jenis low rank alias batu bara kalori rendah nan selama ini belum termanfaatkan secara optimal, sementara ketersediaannya di Indonesia cukup melimpah.

"Jadi batu bara nan memang belum terutilisasi selama ini dan jumlahnya di Indonesia banyak Jadi sekali proyek ini melangkah insya Allah kelak jika terus berkembang kita bisa mengutilisasi batu bara low rank di Indonesia. Untuk 1,4 juta ton DME kita menggunakan 7 juta ton batu bara per tahun," katanya.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News