Banggar DPR Setujui Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Ubah Target Lifting Migas

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

JAKARTA – Badan Anggaran (Banggar) DPR resmi memberikan lampu hijau dengan menyepakati usulan awal pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027. Menariknya, dalam keputusan tersebut, Banggar justru menetapkan sasaran volume produksi siap jual alias lifting minyak dan gas bumi (migas) tahun 2027 pada level nan lebih tinggi daripada draf awal nan diajukan oleh pemerintah.

Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah mengonfirmasi bahwa Panitia Kerja (Panja) KEM-PPKF 2027 telah mencapai mufakat mengenai revisi naik dugaan dasar ekonomi makro, khususnya pada sektor produksi migas nasional.

Berdasarkan info Banggar, sasaran untuk lifting minyak bumi nan awalnya disodorkan pemerintah pada rentang 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari (bph), sekarang didongkrak naik menjadi berada di kisaran 605 ribu hingga 620 ribu bph. Langkah serupa juga menyasar sasaran lifting gas bumi nan terkoreksi naik dari rentang awal sebesar 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari, menjadi menyentuh level 951 ribu hingga 990 ribu barel setara minyak per hari.

Kenaikan sasaran tersebut mencerminkan optimisme parlemen bahwa pemerintah berbareng segenap pelaku industri hulu migas tetap mempunyai ruang ekspansi nan cukup besar untuk mendongkrak kapabilitas produksi domestik pada tahun depan.

Oleh karena itu, Said Abdullah menekankan pentingnya langkah proaktif dari kementerian mengenai untuk menarik lebih banyak modal masuk di sektor ini demi memperlancar sasaran produksi.

“Untuk itu, pemerintah perlu mendorong peningkatan investasi migas pada level upstream. Menambah kapabilitas produksi dari sumur sumur lama, namun juga meningkatkan produksi dengan sumur sumur migas baru,” ujar Said dalam rapat berbareng pemerintah, Rabu (17/6/2026).

Di luar urusan komoditas energi, Panja KEM-PPKF 2027 juga mengesahkan sejumlah parameter makroekonomi utama lainnya, salah satunya adalah laju pertumbuhan ekonomi nasional nan dipatok cukup tinggi pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen. 

Angka pertumbuhan tersebut sengaja didesain dengan visi nan kuat guna menyelaraskan dengan target-target besar pembangunan di bawah pemerintahan baru.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com