Bandung Miliki Arena Padel Kelas Dunia

Sedang Trending 6 jam yang lalu
Bandung Miliki Arena Padel Kelas Dunia Pembukaan Dago Padel Club, lapangan padel pertama di Kota Bandung nan mempunyai standar eropa(MI/BAYU ANGGORO)


PECINTA padel di Kota Bandung kembali dimanjakan dengan hadirnya arena padel berstandard dunia. kehadiran Dago Padel Club nan mempunyai kualitas lapangan dengan standar Eropa ini diklaim menjadi nan pertama di Indonesia.

Fasilitas olahraga nan berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda, Dago, Kota Bandung ini pun langsung menyita perhatian pengusaha kenamaan sekaligus pencinta ikan koi asal Bandung, Hartono Soekwanto. Sosok nan berkawan disapa Bos Koi ini menyampaikan rasa bangga, lantaran kotanya sekarang mempunyai lapangan padel dengan kualitas terbaik di Tanah Air.

Sebagai pembuktian atas standard internasional nan diusung, Bos Koi apalagi memboyong langsung dua pemain padel ahli asal Argentina, ialah Maxi Sanchez Blasco serta Tiago Vallejos untuk menguji coba area permainan secara langsung.

"Ini nan dirasakan oleh Bos Koi, rupanya pemain-pemain bumi itu kayak begini pelintiran bolanya. Kita merasakan apa nan mereka rasakan," kata Hartono, Sabtu (1/8).

Ia mengapresiasi keberanian manajemen Dago Padel Club dalam menghadirkan lapangan standard Eropa di Bandung. Terdapat beragam kelebihan dari lapangan ini, mulai dari kualitas lantai, tembok kaca, hingga tinggi genting nan mencapai 16 meter demi kenyamanan ekstra pemain.

Dago Padel Club merupakan tempat pertama di Indonesia nan mengangkat lapangan bermerek Alba, pabrikan penyedia resmi arena bergengsi Premier Padel Tour bumi di Eropa. Tidak hanya itu, tempat ini jug jadi nan pertama di Tanah Air nan melapisi seluruh lapangannya menggunakan karpet jenis tertinggi, Mondo X3 nan mempunyai struktur tiga benang untuk perlindungan maksimal bagi kaki serta menghasilkan pantulan bola nan lebih melintir.

Secara keseluruhan, arena nan menyediakan delapan lapangan berstandar Eropa ini terdiri dari dua lapangan jenis Major Set dan enam lapangan jenis Alba. Berkat penggunaan konstruktor berilmu asal Eropa, tingkat kerataan area menjadi sangat presisi tanpa titik mati, sehingga sangat kondusif bagi pemain berumur 40 tahun ke atas lantaran meminimalkan akibat tersandung dan cedera otot.

"Nilai investasi nan digelontorkan pun tergolong fantastis. Jika pembuatan lapangan standar biasa umumnya menelan biaya sekitar Rp300 juta, Dago Padel Club menggelontorkan biaya lebih dari Rp1 miliar untuk tiap unit lapangannya. Secara total, manajemen menginvestasikan anggaran lebih dari Rp8 miliar demi mewujudkan delapan lapangan berstandar World Premier Tour Eropa pertama dan satu-satunya di Indonesia ini. Saya mengucapkan terima kasih pada teman-teman nan membikin lapang ini, Dago Padel Club, nan sudah membikin lapang Eropa terbaik di bumi untuk di Kota Bandung," kata Bos Koi.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia