Jakarta -
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menerima penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Jawa Tengah 2026 nan diselenggarakan Berlian Organizer berbareng Paguyuban Wartawan Jawa Tengah.
Penghargaan tersebut diberikan dalam malam apresiasi nan berjalan di Wisma Perdamaian, Semarang, Jumat malam (28/8/26), sebagai corak penghormatan terhadap tokoh-tokoh dari beragam bagian nan dinilai mempunyai dedikasi, prestasi, serta kontribusi bagi masyarakat. Bamsoet menjadi salah satu dari 13 tokoh penerima penghargaan nan berasal dari bagian politik, pemerintahan, hukum, pendidikan, kemaritiman, pelayanan publik, ekonomi dan bisnis, olahraga otomotif, hingga industri kreatif.
"Saya menerima penghargaan ini dengan rasa syukur sekaligus tanggung jawab nan semakin besar. Bagi saya penghargaan ini menjadi pengingat bahwa setiap amanah nan diberikan masyarakat kudu dibalas dengan kerja, gagasan, dan kontribusi nan bisa dirasakan secara nyata. Jawa Tengah mempunyai potensi besar dan saya mau terus ikut mengambil bagian dalam mendorong kemajuan wilayah serta kesejahteraan masyarakatnya," ujar Bamsoet, Senin (31/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menilai penghargaan tersebut mempunyai makna krusial lantaran diberikan oleh kalangan pers dan masyarakat nan selama ini mengikuti perjalanan serta kiprah para tokoh di beragam bidang. Apresiasi semacam ini kudu ditempatkan sebagai corak penghormatan sekaligus pertimbangan diri agar para penerima penghargaan tetap menjaga konsistensi dalam bekerja.
Apalagi Jawa Tengah menghadapi tantangan pembangunan nan kompleks, mulai dari penguatan ekonomi daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembuatan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, hingga pemerataan pembangunan antar wilayah.
"Jawa Tengah adalah salah satu provinsi krusial dalam peta pembangunan nasional. Karena itu, kemajuan Jawa Tengah tidak boleh diukur hanya dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan prasarana alias masuknya investasi. Ukuran akhirnya adalah apakah masyarakat memperoleh pekerjaan nan layak, pendidikan nan semakin baik, pelayanan publik nan mudah, serta kesempatan ekonomi nan lebih luas. Di situlah ukuran sebenarnya dari keberhasilan pembangunan," kata Bamsoet.
Bamsoet menjelaskan info Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat kemiskinan Jawa Tengah pada Maret 2026 berada di nomor 9,21 persen, turun 0,18 poin persentase dibanding September 2025. Penurunan tersebut patut diapresiasi, tetapi nomor kemiskinan nan tetap berada di atas sembilan persen menunjukkan pekerjaan rumah pembangunan tetap cukup besar.
Tantangannya semakin terasa lantaran persoalan kemiskinan tidak berdiri sendiri, melainkan berangkaian erat dengan kualitas pekerjaan, pendidikan, produktivitas, akses modal, kesehatan, serta ketimpangan kesempatan ekonomi.
"Jawa Tengah mempunyai modal sosial dan ekonomi nan kuat untuk mempercepat pembangunan. Provinsi ini mempunyai pedoman industri manufaktur nan berkembang, area pertanian nan luas, potensi pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, serta perguruan tinggi nan dapat menjadi sumber inovasi. Tantangannya adalah memastikan seluruh potensi tersebut tersambung dalam ekosistem pembangunan nan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat luas," tutup Bamsoet.
(akn/ega)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·