Bamsoet Harap Ada Perbaikan Substantif Pergantian Pimpinan BGN

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, langkah itu sebagai corak respons terhadap beragam aspirasi masyarakat mengenai penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah mendengar serta memperhatikan bunyi masyarakat nan selama beberapa bulan terakhir menyoroti beragam persoalan dalam penerapan program unggulan tersebut.

Di tengah besarnya angan masyarakat terhadap MBG sebagai instrumen pembangunan sumber daya manusia, pertimbangan dan koreksi dinilai menjadi bagian krusial untuk memastikan tujuan program tetap berada pada jalurnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden Prabowo menunjukkan kepemimpinan nan responsif dengan melakukan koreksi terhadap BGN. Langkah ini mencerminkan kesediaan Presiden mendengar aspirasi masyarakat sekaligus memastikan program prioritas negara melangkah sesuai tujuan awalnya, ialah meningkatkan kualitas gizi anak bangsa," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).

Bamsoet menegaskan pergantian ketua di BGN kudu dijadikan pengingat bagi seluruh aparatur negara agar senantiasa mengedepankan integritas, profesionalisme, dan kepatutan dalam menjalankan tugas. Setiap program pembangunan kudu dijalankan dengan orientasi pelayanan publik, bukan untuk memenuhi kepentingan pribadi ataupun golongan tertentu.

"Melalui koreksi pada BGN, Presiden juga sedang mengingatkan seluruh jejeran pemerintah agar tidak menyalahgunakan program prioritas negara. Jangan ada nan mengatasnamakan kepentingan rakyat untuk kepentingan pribadi alias kelompok. Kepercayaan publik kudu dijaga melalui keahlian nan transparan dan akuntabel," jelas Bamsoet.

Bamsoet menjelaskan penyelenggaraan program dengan skala sangat besar seperti MBG memang tidak terlepas dari beragam tantangan. Mulai dari pengedaran makanan nan kudu menjangkau wilayah perkotaan hingga wilayah terpencil, pengawasan kualitas pangan, pengelolaan anggaran, hingga kesiapan sumber daya manusia di lapangan.

Karena itu, pertimbangan dan perbaikan secara berkala merupakan bagian krusial untuk memastikan tujuan program tetap tercapai tanpa mengorbankan kualitas jasa kepada masyarakat.

"Yang jauh lebih krusial dari pergantian ketua adalah terbangunnya budaya kerja nan mengedepankan kearifan, kepatutan, dan tanggung jawab dalam memanfaatkan setiap anggaran serta akomodasi negara. Jangan sampai ada pihak nan berlindung di kembali program prioritas untuk mengabaikan prinsip-prinsip tata kelola nan baik," ungkap Bamsoet.

Dia menambahkan, selain pembenahan manajemen dan tata kelola kelembagaan, kasus norma nan menyeret sejumlah ketua BGN kudu diproses secara tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu. Penegakan norma nan konsisten diperlukan untuk menjaga kredibilitas Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memastikan tidak ada ruang bagi praktik penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan anggaran nan menyangkut kepentingan masyarakat luas.

"Mantan ketua BGN nan telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh abdi negara penegak hukum, proses hukumnya kudu melangkah secara profesional, objektif, dan terbuka. Jangan sampai ada kesan bahwa program nan sangat baik ini tercoreng oleh ulah segelintir oknum. Penegakan norma nan tegas bakal memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah serius menjaga integritas program MBG," tutup Bamsoet.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News