Balita Hipotermia Usai Dibawa Naik Gunung Ungaran, KPAI Dorong Batasan Usia

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti peristiwa balita berumur 1,5 tahun nan mengalami hipotermia saat diajak naik Gunung Ungaran oleh orang tuanya. KPAI menilai peristiwa tersebut kudu menjadi pembelajaran bagi semua orang tua.

"KPAI memandang peristiwa balita nan diajak mendaki Gunung Ungaran hingga mengalami hipotermia sebagai kejadian nan perlu menjadi pembelajaran bersama," kata Komisioner pengampu klaster Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif KPAI, Ai Rahmayanti, kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ai menuturkan anak usia 1,5 tahun tetap terbilang rentan secara fisik. Aktivitas pendakian dengan suhu dingin bukan ruang kondusif bagi balita.

"Pada usia 1,5 tahun, anak tetap sangat rentan secara bentuk dan belum mempunyai keahlian penyesuaian terhadap kondisi ekstrem seperti suhu dingin di pegunungan. Karena itu, aktivitas seperti pendakian bukanlah ruang nan kondusif bagi balita," ujarnya.

Ai mengingatkan para orang tua untuk memprioritaskan keselamatan anak dalam melakukan segala aktivitas. Anak-anak tidak boleh diajak melakukan aktivitas berisiko tinggi seperti mendaki gunung.

"Kami memahami bahwa orang tua mempunyai niat baik, namun dalam pengasuhan, setiap keputusan kudu mempertimbangkan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, terutama dari aspek keselamatan," ucapnya.

"Yang perlu kita garis bawahi, anak bukan untuk aktivitas berisiko tinggi. Keselamatan dan perlindungan anak kudu selalu menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan orang tua," lanjutnya.

Lebih lanjut Ai mendorong diterapkannya patokan pemisah usia pendaki. Dia juga mendorong adanya edukasi kepada para orang tua mengenai pemisah kondusif aktivitas anak.

"Kami mendorong adanya edukasi kepada masyarakat mengenai pemisah kondusif aktivitas anak, serta peran pengelola pendakian untuk menetapkan standar keselamatan anak (child safeguarding), termasuk pembatasan usia. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perlindungan anak dimulai dari keputusan mini dalam pengasuhan sehari-hari," imbuhnya.

Balita Hipotermia Usai Dibawa Naik Gunung

Sebelumnya, viral di media sosial balita 1,5 tahun mengalami hipotermia ketika diajak orang tuanya mendaki ke Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. Balita itu langsung mendapat penanganan tim SAR.

Video viral tersebut diunggah salah satunya oleh akun IG @kabarungaran. Dalam narasinya, akun itu menyatakan bahwa sang balita mengalami hipotermia saat berada di puncak Bondolan.

Terlihat dalam video tersebut si balita menangis keras. Petugas kemudian segera menyelimuti balita itu menggunakan emergency blanket. Setelah itu, petugas juga tampak berupaya menenangkan balita tersebut. Tim SAR kemudian menggendong balita itu turun dari gunung.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Bergas Catursasi Penanggungan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan saat ini balita itu sudah pulang dalam kondisi selamat.

"Posisi balita sudah turun dari Basecamp Perantunan, sudah dibawa pulang orang tuanya dalam kondisi selamat. Balita wanita usia 1,5 tahun," kata Bergas, dilansir detikJateng, Senin (13/4).

Bergas menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (11/4). Balita berumur 1,5 tahun berinisial L itu berbareng ayah dan ibunya mendaki Gunung Ungaran hingga tiba di Puncak Bondolan pada siang hari.

"Peristiwa ini terjadi ketika satu family ayah, ibu, dan anak melakukan pendakian dan tiba di puncak sekitar pukul 14.00 WIB. Namun cuaca nan tiba-tiba memburuk disertai hujan deras menyebabkan suhu tubuh balita tersebut menurun drastis hingga mengalami indikasi hipotermia," ujar Bergas.

(dek/jbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News