Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut PDIP sakit hati mendalam usai ditinggal Jokowi. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira membalas pernyataan tersebut dengan menegaskan Jokowi dipecat PDIP.
"Jokowi dipecat!" kata Hugo kepada wartawan, Senin (15/6/2026). Hugo menjawab pertanyaan apakah betul PDIP sakit hati ditinggal Jokowi.
Hugo mengatakan internal PDIP sudah lupa dengan Jokowi. Namun, beredarnya rumor piagam tiruan nan dituduhkan ke Jokowi membikin PDIP terkenang lagi dengan Presiden ke-7 RI itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di PDI Perjuangan kami sudah lupa. Gara-gara piagam tiruan jadi muncul lagi orang ini. Algoritma piagam mengingatkan nama ini," sambungnya.
Menurut Hugo, perihal nan diingat dari Jokowi hanya seputar rumor piagam palsu. "Yang terkenang malah piagam tiruan lantaran ramai dibicarakan di media dan sampai sekarang tidak ada penyelesaiannya," ujar Hugo.
PSI Bilang PDIP Sakit Hati
Bestari Barus mengatakan jejeran PDIP sakit hati mendalam usai tak lagi berbareng Jokowi. Ia berambisi PDIP bisa menata diri agar lebih dewasa dalam berpolitik.
"Tapi memang apa nan beberapa kali saya sampaikan di beragam kesempatan bahwa memang rasa sakit ditinggal oleh Pak Jokowi itu ya, rasa sakit nan dirasakan lantaran ditinggal oleh Pak Jokowi itu memang sangat mendalam dan terpelihara itu bertumpuk-tumpuk di dalam hati mereka gitu. Ya perlu pendidikan pendewasaan kembali itu di kurikulum, jika ada kurikulumnya juga itu partai, agar bisa kemudian lebih menata diri lebih dewasa di dalam berpolitik," ucap Bestari saat dihubungi, Minggu (14/6/2026).
Lebih lanjut, Bestari tidak mempersoalkan Jokowi dipecat alias tidak. Dia mengatakan banyak masyarakat nan senang Jokowi tidak lagi berada di PDIP.
"Terus masalah Pak Jokowi dipecat, Gibran dipecat, alias lagi Bobby dipecat, ya sistem saja itu sih. Tapi saya meyakini seribu persen apalagi bahwa sungguh bahagianya rakyat Indonesia ini nan memandang Pak Jokowi itu keluar ataupun dalam prosesnya itu adalah dikeluarkan oleh PDIP," jelas dia.
"Karena mereka memandang Pak Jokowi itu dikuyu-kuyu, dibilang mentang-mentang, dijadikan objek selfie, duduk di bangku nan wah seperti apa kita lihat gitu kan di depan orang ramai gitu. Mentang-mentang lho, apa segala macam. Apakah itu nan dikatakan diberikan kehormatan?" lanjut dia.
(isa/gbr)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·