Balai Ternak di Wonogiri Dorong Mustahik Naik Kelas lewat Peternakan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Balai Ternak di Wonogiri Dorong Mustahik Naik Kelas lewat Peternakan Baznas Kabupaten Wonogiri meluncurkan Program Balai Ternak Baznas di Desa Sumberharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.(Baznas)

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berbareng Baznas Kabupaten Wonogiri meluncurkan Program Balai Ternak Baznas di Desa Sumberharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Program ini dirancang untuk memberdayakan peternak dari kalangan mustahik sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pengembangan upaya peternakan nan berkelanjutan.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan biaya zakat, infak, dan infak (ZIS) agar memberikan akibat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat penerima manfaat.

"Alhamdulillah, Baznas kembali meluncurkan Program Balai Ternak, kali ini di Kabupaten Wonogiri. Kita ketahui berbareng potensi upaya peternakan di wilayah ini sangat strategis. Didukung sumber daya alam dan sumber daya manusia nan memadai, Insya Allah program ini bakal berkembang dan memberikan faedah nan besar bagi para mustahik," ujar Idy, Minggu (26/7).

Program tersebut melibatkan 20 kepala family (KK) mustahik dengan total nilai support mencapai Rp517,46 juta. Pendanaan berasal dari kerjasama Baznas RI, Baznas Kabupaten Wonogiri, serta Pemerintah Kabupaten Wonogiri.

Dana tersebut digunakan untuk menyediakan 42 ekor kambing perah unggulan, terdiri atas pejantan dan indukan Kambing Saanen, membangun kandang ternak seluas 600 meter persegi, rumah perah untuk sterilisasi susu, freezer berkapasitas 1.000 liter, akomodasi pengolahan dan pengemasan susu kambing, serta pendampingan upaya bagi para peternak.

Menurut Idy, program ini ditargetkan bisa meningkatkan pendapatan peternak dari rata-rata Rp1,8 juta menjadi sekitar Rp3,66 juta per bulan.

"Dengan program Balai Ternak ini, pendapatan peternak diproyeksikan meningkat dari rata-rata Rp1,8 juta menjadi sekitar Rp3,66 juta per bulan," katanya.

Ia menegaskan, penyaluran biaya amal tidak cukup hanya dalam corak support modal, tetapi juga kudu disertai pembinaan agar bisa menciptakan perubahan ekonomi nan berkelanjutan.

"Karena itu, Baznas tidak hanya menyalurkan support berupa aset ternak, tetapi juga memastikan adanya pendampingan, peningkatan kapabilitas peternak, hingga penguatan akses pasar agar upaya nan dijalankan dapat terus tumbuh," ujar Idy.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa tujuan utama program pemberdayaan Baznas adalah mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki.

"Tujuan akhirnya dari program pemberdayaan Baznas nan terus digaungkan ini bukan hanya sekadar meningkatkan pendapatan, melainkan mendorong mustahik beralih bentuk menjadi muzaki sehingga bisa berkontribusi," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Wonogiri, Rujito, mengapresiasi hadirnya Program Balai Ternak Baznas nan dinilai selaras dengan upaya pemerintah wilayah dalam mengembangkan sektor peternakan sebagai sumber penghidupan masyarakat.

"Kami mengapresiasi Baznas nan menghadirkan Program Balai Ternak di Wonogiri. Sektor peternakan mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber penghidupan masyarakat andaikan didukung melalui program pemberdayaan nan terarah dan berkelanjutan," katanya.

Rujito berambisi sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat terus diperkuat agar semakin banyak family prasejahtera nan memperoleh faedah dari program-program pemberdayaan.

"Pemerintah Kabupaten Wonogiri siap bersinergi untuk mendukung keberhasilan program ini," tegasnya. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia