Balai Kota Jakarta Dibuka untuk Publik, Warga Bisa Tur Sejarah hingga Gelar Pemutaran Film

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Balai Kota Jakarta Dibuka untuk Publik, Warga Bisa Tur Sejarah hingga Gelar Pemutaran Film Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta Marulina Dewi(MI/Mohamad Farhan Zhuhri)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta membuka ruang-ruang Balai Kota untuk dimanfaatkan masyarakat melalui program Namu Balai Kota alias City Hall Experience. 

Mulai dari tur sejarah, belajar menjadi reporter cilik, hingga pemutaran movie komunitas, program ini mengubah kegunaan Balai Kota nan selama ini identik dengan aktivitas pemerintahan menjadi ruang publik pada akhir pekan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan, program tersebut merupakan pendapat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.

“Balai kota kudu bisa berfaedah terus-menerus, Sabtu Minggu pun bisa digunakan langsung oleh masyarakat DKI Jakarta,” kata Marulina saat peluncuran Namu Balai Kota, Sabtu (17/10).

Program ini telah menjalani uji coba pada 3 Oktober 2026 dengan sekitar 300 visitor nan mendaftar melalui aplikasi JAKI dan situs jakarta.go.id. 

Menurut Marulina, respons positif selama uji coba menjadi dasar penyelenggaraan program setiap dua minggu sekali sepanjang 2026.

Pendaftaran diberlakukan untuk mendata visitor sekaligus menjaga gedung berhistoris dan infrastrukturnya. 

Dengan demikian, pembukaan akses bagi masyarakat tetap diikuti pengawasan terhadap pemanfaatan akomodasi Balai Kota.

“Selama masa uji coba, respons dari masyarakat begitu positif, sehingga kita menyimpulkan bahwa ini bisa dilanjutkan per dua minggu sekali selama tahun 2026,” ujarnya.

Pemprov DKI menyiapkan sejumlah aktivitas untuk menarik keterlibatan warga. Pengunjung dapat mengikuti tur dari pendopo hingga area gedung dan Blok G untuk mengenal sejarah serta lingkungan pusat pemerintahan Jakarta.

Balai Kota juga membuka Studio Berita Jakarta bagi anak-anak nan mau belajar menjadi reporter. 

Hasil aktivitas mereka berkesempatan ditayangkan melalui kanal YouTube Berita Jakarta, sekaligus memperkenalkan proses penyampaian info publik kepada generasi muda.

Sementara itu, Ruang Pola di lantai dua disiapkan sebagai tempat pemutaran movie bagi komunitas. 

Fasilitas tersebut diharapkan memberi ruang bagi sineas dan organisasi movie untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat, terutama golongan nan selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap ruang publik.

Marulina menyebut penyelenggaraan program ini melibatkan Himpunan Pramuwisata Indonesia, organisasi Abang None Jakarta, organisasi perangkat wilayah (OPD), serta sejumlah lembaga dan badan usaha. Di laman Balai Kota, visitor juga dapat mengakses jasa publik, termasuk Samsat dan pelayanan paspor dari imigrasi.

Pelaksanaannya setiap dua minggu sekali sepanjang 2026 bakal menjadi bagian dari upaya memperluas akses penduduk terhadap ruang publik, dengan tetap menjaga kegunaan dan kelestarian gedung berhistoris tersebut. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑