Baku Tembak di Yahukimo, 4 Anggota KKB Pimpinan Eden Sawi Tewas

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Satgas Operasi Damai Cartenz menembak meninggal empat orang personil Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ketua Eden Sawi di Dekai, Yahukimo, Papua.

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani mengatakan penindakan dilakukan petugas usai mendapati rencana konsolidasi Batalyon Eden Sawi di rumah singgah nan ada di area Kantor KPU Lama, Jalan Miyaro, Dekai, Yahukimo, pada Selasa (1/9).

Ia menjelaskan sekitar pukul 16.35 WIT, personel campuran tiba di letak dan diserang personil KKB golongan Eden Sawi nan berjaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faizal menyebut tim kemudian memberikan tembakan peringatan ke udara namun tetap dihiraukan. Sejumlah personil KKB, kata dia, melarikan diri ke arah belakang rimba sembari membawa senjata api dan tetap melakukan penembakan ke arah personel.

"Personel sudah memberikan tembakan peringatan, namun penembakan tetap berlangsung. Sehingga kemudian dilakukan tindakan tegas dan terukur," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9).

Dalam penindakan itu, Faizal mengatakan empat orang pasukan Batalyon Eden Sawi meninggal dunia. Keempat jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani pemeriksaan serta proses identifikasi lebih lanjut.

"Berdasarkan hasil identifikasi awal, tiga dari empat jenazah diketahui berinisial EH namalain E, YK namalain LY, dan M. Sementara identitas satu jenazah lainnya tetap dalam proses identifikasi," tuturnya.

Dari hasil penggeledahan, dia menyebut petugas juga turut mengamankan sejumlah peralatan bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 11 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, serta tiga unit telepon seluler.

Selain itu, Faizal mengatakan enam orang nan diduga terlibat dalam golongan Batalyon Eden Sawi ikut ditangkap dengan masing-masing berinisial BK, PM, DH, NJK, PA, dan AS.

Keenam orang beserta peralatan bukti itu selanjutnya dibawa ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman mengenai identitas, aktivitas, peran, serta kemungkinan keterkaitan masing-masing dengan golongan bersenjata.

"Enam orang nan diamankan tetap menjalani pemeriksaan. Kami tetap mendalami identitas, aktivitas, peran, dan keterkaitan masing-masing. Jadi, prosesnya tetap melangkah dan kami tidak bakal terburu-buru menyimpulkan status mereka sebelum pemeriksaan selesai," tuturnya.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan norma terhadap pihak-pihak nan diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana di wilayah Yahukimo.

Salah satunya berangkaian dengan DPO Nomor DPO/10/V/2023/Reskrim mengenai dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap almarhum Yonathan Arruan dan almarhum Asri Obet pada 30 April 2023 di Jalan Statistik, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Selain itu, penindakan juga berangkaian dengan dugaan penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan pembimbing di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, pada 21 hingga 22 Maret 2025 sebagaimana tercantum dalam DPO Nomor DPO/s-35/18/VII/RES.1.7./2025/Reskrim.

Lebih lanjut, dia mengatakan pengamanan juga terus diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gangguan keamanan lanjutan. Seluruh langkah tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat dan personel.

"Penindakan ini merupakan bagian dari penegakan norma terhadap golongan bersenjata nan diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana dan menakut-nakuti keamanan masyarakat," katanya.

(tfq/isn)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional