Bakal Masuk Indonesia, Jetour T1 Disiksa di Pegunungan Andes hingga Gurun Atacama

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Bakal Masuk Indonesia, Jetour T1 Disiksa di Pegunungan Andes hingga Gurun Atacama

Bakal Masuk Indonesia, Jetour T1 Disiksa di Pegunungan Andes hingga Gurun Atacama (Dok Jetour Sales Indonesia)

JAKARTA - Jetour T1 tampaknya bakal dipasarkan di Indonesia. Kehadiran SUV tersebut bakal melengkapi model nan dipasarkan lebih dulu ialah Jetour T2. 

Namun, belum diketahui pasti waktu peluncurannya. Kode Jetour T1 bakal masuk ke Indonesia disinggung oleh Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah. 

Ranggy mengomentari serangkaian uji ekstrem nan dijalani Jetour T1. Hal ini mulai dari ketinggian Pegunungan Andes hingga kondisi paling kering di bumi di Gurun Atacama.

“Melalui pengetesan di beragam kondisi ekstrem di dunia, kami mau memastikan bahwa setiap teknologi dan kapabilitas nan kami tawarkan betul-betul relevan dan memberikan rasa percaya diri bagi konsumen dalam setiap perjalanan mereka. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Jetour untuk menghadirkan kendaraan nan tidak hanya inovatif, tetapi juga aman, tangguh, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” katanya dalam keterangannya, dikutip Selasa (14/4/2026). 

Pada pengetesan ekstrem di Pegunungan Andes dengan ketinggian lebih dari 5.000 meter, Jetour T1 menghadapi suhu ekstrem, tekanan udara rendah, dan kadar oksigen minim. Kondisi ini dapat menurunkan performa kendaraan. Kondisi ini dimanfaatkan sebagai pengetesan langsung untuk mengevaluasi cold start, performa off-road, tenaga, dan handling.

Dalam uji cold start, mesin 2.0T Turbocharged JETOUR T1 bisa menyala dalam satu kali percobaan, meskipun kadar oksigen hanya sekitar 60% dibandingkan kondisi normal. 

Pada pengetesan off-road, sistem XWD Intelligent All-Wheel Drive menunjukkan keahlian adaptif dengan pengedaran torsi secara real time. Ini memungkinkan kendaraan melewati medan ekstrem seperti pasir lenggang dan lembah tanpa hambatan.

Sementara itu, pada pengetesan handling, kombinasi sistem AWD, Electronic Limited Slip Differential, dan Bosch ESP 9.3 membikin stabilitas kendaraan tetap terjaga meskipun menghadapi angin kencang dan permukaan jalan dengan traksi rendah.

Pengujian bersambung ke Gurun Atacama. Ini merupakan salah satu wilayah paling kering di bumi nan dikenal sebagai “driving forbidden zone.” 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com