Bahtsul Masail dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) bakal membahas sejumlah persoalan aktual, mulai dari komersialisasi info genetika (DNA), penggunaan chip Neuralink pada otak manusia, hingga norma Bitcoin.
Forum tersebut digelar pada Jumat (28/8) malam di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Bahtsul Masail merupakan tradisi ilmiah di lingkungan pesantren dan NU untuk membahas serta mencari kepastian norma atas beragam persoalan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan.
Dalam Muktamar ke-35 NU, pembahasan Bahtsul Masail dibagi ke dalam beberapa komisi. Isu nan dibahas tidak hanya menyangkut persoalan keagamaan, tetapi juga perkembangan teknologi, ekonomi, kebijakan publik, hingga ketenagakerjaan.
Berikut sejumlah rumor nan bakal dibahas:
Komisi Waqiliyah
Komersialisasi info genetika (DNA)
Penggunaan Neuralink Chip pada otak manusia
Hukum Bitcoin
Standardisasi kadar emas pada nisab amal mal
Komisi Maudlu'iyah
Kebijakan fiskal negara dalam perspektif Islam
Konsep l'adatunnazhor atas keputusan keagamaan NU
Konsep nilai-nilai keulamaan
Komisi Qanuniyah
RUU Sistem Pendidikan Nasional
RUU Ketenagakerjaan: pembatasan alih daya, PKWT, pengupahan, dan PHK
Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah
Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Prof Mohammad Nuh, mengatakan Bahtsul Masail menjadi ruang perdebatan keilmuan bagi para ustad NU. Menurutnya, pembahasan tidak hanya menggunakan perspektif keagamaan, tetapi juga mempertimbangkan perkembangan pengetahuan pengetahuan modern.
"Jadi baik di komisi Bahtsul Masail Diniyah, ya, Maudhuiyah, Qanuniyah, dan seterusnya itu tetap berjalan. Nanti kalian bisa lihat di situ gimana perdebatan intelektual keagamaan antar para ustad senior, ustad muda, demikian dan seterusnya, termasuk juga tidak hanya dalam perspektif keagamaan, tetapi ilmu-ilmu modern masuk di situ," kata Nuh usai Sidang Pleno II Muktamar ke-35 NU di GSG Bahrul Ulum, Jombang, Jumat (28/8).
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·