Bahlil Ungkap Tantangan Proyek Sulap Batu Bara Jadi DME

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sejumlah tantangan dalam merealisasikan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) nan dikembangkan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) di Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Semula Bahlil menyebut salah satu latar belakang utama pengembangan DME adalah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Ia menjelaskan bahwa perbedaan jenis gas menjadi aspek utama kenapa Indonesia tetap kudu mengimpor LPG, meskipun mempunyai persediaan gas nan besar.

"Saya dikursus kilat oleh Pak Hilmi dan kawan-kawan waktu kami mau meresmikan bloknya beliau 25.000 barel waktu itu. Saya sempat nanya kenapa ini LPG kita impor gas kita kan banyak? Beliau menyampaikan C3, C4 itu berbeda dengan kebanyakan gas kita, gas kita itu C1, C2. C3, C4 ini mini makanya kita membangun industri dalam negerinya kecil," kata Bahlil dalam aktivitas Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa, Sabtu (2/4/2026).

Sebagai gantinya, pemerintah mendorong pengembangan DME nan dihasilkan dari hilirisasi batu bara berkalori rendah. Produk ini dirancang sebagai substitusi LPG, terutama untuk kebutuhan rumah tangga.

Meski mempunyai faedah besar, Bahlil mengakui bahwa perjalanan proyek DME tidaklah mudah. Ia menyebut banyak pihak nan sempat menentang alias menghalang realisasi proyek tersebut.

Bahlil mengatakan proyek tersebut sebenarnya sudah sempat dilakukan peletakan batu pertama pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo saat dirinya tetap menjabat sebagai Menteri Investasi. Namun, proyek itu terhenti di tengah jalan.

"Waktu itu belum jadi ketum partai soalnya. Jadi tetap bisa di-intercept. Belum jadi ketum partai tapi jika sekarang jangan coba-coba intercept. Saya kasih tahu memang. Orang Maluku bilang adek pele putus melintang patah. Ah itu," ujar Bahlil.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News