Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pengedaran BBM dan pemulihan listrik di wilayah terdampak musibah Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai membaik.
Ia mengatakan sejumlah wilayah terdampak musibah sempat susah dijangkau untuk pengedaran BBM akibat kerusakan alias hambatan infrastruktur. Namun, kondisi tersebut perlahan mulai dapat diatasi.
“Nah, untuk pengedaran (BBM) unik di wilayah musibah seperti NTT, memang ada beberapa wilayah nan awalnya itu susah untuk kita masuki lantaran persoalan infrastruktur,” kata Bahlil saat ditanyai wartawan di DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa (18/8).
“Tapi perlahan-lahan sudah mulai ada perbaikan, termasuk juga listrik,” sambungnya.
Bahlil juga menyampaikan kondisi kelistrikan di sejumlah wilayah terdampak nan sebelumnya mengalami pemadaman mulai dipulihkan. Menurutnya, listrik sekarang perlahan dapat kembali disalurkan ke daerah-daerah terdampak.
“Awalnya banyak wilayah nan kena itu meninggal lampu. Sekarang perlahan-lahan sudah bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Meski demikian, Bahlil mengakui pemulihan listrik belum mencapai 100 persen. Dirinya menjelaskan gardu induk di wilayah terdampak telah kembali menyala, tetapi pengedaran listrik dari gardu menuju letak terdampak tetap memerlukan waktu.
“Sudah peralatan tentu belum 100 persen lantaran gardu induknya itu sudah nyala, tapi untuk supply ke lokasinya itu nan memerlukan beberapa waktu lagi sedikit,” pungkasnya.
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8) sekitar pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.
Gempa tersebut menyebabkan kerusakan gedung dan prasarana di sejumlah wilayah, memicu longsor, serta mengganggu akses dan pasokan listrik.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·