Bahlil Sebut Relaksasi RKAB Tambang untuk Jaga Harga Batu Baru

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Bahlil Sebut Relaksasi RKAB Tambang untuk Jaga Harga Batu Baru

Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kebijakan relaksasi RKAB Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara bermaksud untuk menjaga agar nilai jual tetap bagus di pasar global. 

Hal ini diungkapkan Bahlil, sekaligus merespon pendapat dari Anggota Komisi XII DPR RI nan menyoal sulitnya mendapatakan persetujuan RKAB bagi para pemilik IUP (izin upaya pertambangan), dalam Raker di Gedung DPR RI, Senin (15/6/2026). 

"Boleh abdi negara penegak norma cek, saya tidak pernah main-main soal RKAB. Saya sampaikan dalam forum ini, jadi saya kita tidak bisa di digertak-gertak," ujarnya dalam Raker Bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (17/6/2026). 

Bahlil menjelaskan, kondisi sebelumnya sesuai dengan kesepakatan Parlemen dan Pemerintah Pusat dalam perihal ini Menteri ESDM terdahulu, RKAB diberikan per 3 tahun kepada para pelaku usaha. 

Namun kata Bahlil, kondisi itu membikin posisi tawar Indonesia menjadi lemah dan membikin nilai batubara jatuh. Padahal kebutuhan batubara bumi ditaksir 1,3 miliar ton per tahun, dan Indonesia menyuplai sekitar nyaris 40 persennya. Akan tetapi disayangkan hingga saat ini belum bisa membentuk nilai sendiri. 

Ketua Umum Partai Golkar itu menyebut, perubahan pemberian RKAB dari 3 tahun menjadi 1 tahun, dan pemangkasan produksi dari 790 juta ton tahun 2025 menjadi sekitar 600 ribu ton, bermaksud untuk menjaga nilai batubara bumi tetap baik. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com