
Perusahaan batu bara nan memberikan kontribusi lebih besar kepada negara melalui pembayaran royalti berkesempatan menjadi prioritas. (Foto: Okezone.com/PLN)
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengisyaratkan perusahaan batu bara nan memberikan kontribusi lebih besar kepada negara melalui pembayaran royalti berkesempatan menjadi prioritas dalam kebijakan relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nan tengah disiapkan pemerintah.
Menurutnya, perubahan kuota RKAB bakal dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan dalam negeri, kondisi pasar global, serta besarnya faedah nan diterima negara dari setiap perusahaan.
"Kalau ada perusahaan royalti bayar tinggi dengan bayar rendah, mana prioritasnya? Aku kudu memprioritaskan nan royalti bayar gede dong," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Bahlil juga menganalogikan, misalnya terdapat 10 perusahaan tambang, dengan tiga perusahaan bayar royalti 19 persen dan tujuh perusahaan bayar 11 persen, maka pemerintah bakal memprioritaskan pemberian relaksasi RKAB kepada tiga perusahaan tersebut agar pendapatan negara dapat optimal dari pemanfaatan sumber daya alam.
Meski demikian, dia enggan mengungkap besaran perubahan kuota RKAB nan bakal diberikan kepada masing-masing perusahaan. Menurutnya, info mengenai volume produksi merupakan info sensitif nan dapat memengaruhi nilai komoditas di pasar internasional.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·