Bahlil Pastikan Antrean BBM di SPBU Makassar Sudah Terurai

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan antrean kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, telah terurai.

Bahlil mengatakan kondisi stok BBM secara nasional saat ini dalam pemisah aman, dengan stok nasional kisaran 18-20 hari kebutuhan sesuai standar minimum nan ditetapkan.

"BBM secara stok nasional kan eh dalam standar minimum kebutuhan nasional kita di nomor 18 sampai 20 hari. Dan nan terjadi kemarin di Makassar alhamdulillah sudah bisa terurai. Dan sudah selesai dan saya sudah laporkan kepada Bapak Presiden," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Dia menerangkan bahwa salah satu aspek nan menyebabkan antrean adalah perubahan pola konsumsi BBM masyarakat. Dia menyebut, banyak penduduk beranjak dari mengonsumsi BBM non subsidi seperti Pertamax (RON 92) menjadi BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90).

"Memang nan shifting dari pemakaian BBM nan tadinya memakai RON 92, 95, nan non subsidi ada sebagian ke subsidi," katanya.

Selain itu, menurut Bahlil saat ini ada temuan bahwa ada oknum melakukan penimbunan dengan menggunakan mobil bertangki besar.

"Yang memang, kudu diakui berasas temuan dari polisi, itu sengaja, eh, membikin tangkinya besar. Ada nan 700 liter, ada nan 1 ton, kemudian diisi dengan mobil nan baik. Dengan mobil Pajero, apa, segala macam. Jadi itu, itu nan membikin eh salah satu di antara nan membikin antrean," tuturnya.

Ada Oknum Menimbun

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman sempat mengungkapkan bahwa ada temuan praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Salah satu modus penimbunan nan ditemukan di lapangan adalah pengisian BBM menggunakan kendaraan nan kapabilitas tangkinya telah dimodifikasi.

Pelaku memperbesar kapabilitas tangki standar guna menampung volume BBM melampaui pemisah ketentuan.

"Sekarang juga, kemarin kan di Makassar ditemukan adanya penimbunan. Nah, itu kita bakal gali lebih jauh penimbunan-penimbunan itu. Itu penyimpangan itu, kudu dibasmi nan seperti itu," kata Laode ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Laode menjelaskan bahwa pihak pemerintah saat ini tengah menganalisis temuan penyimpangan serta pihak-pihak nan terlibat dalam tindakan penimbunan tersebut. Modus memperbesar kapabilitas tangki ini menjadi salah satu pemicu meningkatnya waktu tunggu dan kepadatan antrean di SPBU.

"Ya dia mengisi tapi tangkinya diperbesar, contohnya kayak gitu. Tangkinya ditambah nan harusnya kapasitasnya X ditambah X plus 50%, X plus 75%," ungkapnya.

Selain aspek penyimpangan, Laode menuturkan bahwa kejadian El Nino turut memberikan tantangan pada jalur pengiriman pasokan. Pendangkalan jalur sungai membikin pengiriman kudu dialihkan menggunakan armada truk, nan memerlukan waktu tempuh lebih lama.

"Nambah waktu aja. Dan jika nambah waktu, semuanya keluar saat bersamaan, terjadilah antrean. Ini nan kita imbau ke masyarakat bahwa jangan cemas barangnya ada gitu," tambahnya.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News