Bahaya Sering Mengunyah Es Batu, Bisa Merusak Gigi hingga Jadi Tanda Anemia

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Bahaya Sering Mengunyah Es Batu, Bisa Merusak Gigi hingga Jadi Tanda Anemia Ilustrasi(magnifik)

APAKAH Anda termasuk orang nan tidak bisa menahan diri untuk tidak mengunyah es batu setelah menghabiskan minuman dingin? Jika iya, sebaiknya Anda mulai waspada. Meski terasa menyegarkan dan efektif melepas dahaga saat cuaca panas, kebiasaan ekstrem ini bisa memicu rentetan gangguan kesehatan nan tidak boleh dipandang sebelah mata.

Kerusakan Gigi dan Risiko Kontaminasi Bakteri

Dilansir dari Alodokter, kebiasaan ini dapat mengikis lapisan pelindung alias email gigi. Ketika email gigi menipis, gigi bakal menjadi lebih sensitif, sehingga Anda bakal lebih mudah merasakan ngilu dan nyeri nan mengganggu.

Selain kerusakan struktur gigi, ancaman lain nan mengintai adalah masalah higienitas. Jika es batu nan Anda konsumsi tidak diolah dan disimpan dengan bersih, es tersebut bisa menjadi media penularan beragam kuman, virus, dan parasit.

Akibatnya, Anda berisiko terserang penyakit jangkitan saluran pencernaan seperti gastroenteritis (diare), demam tifoid, shigellosis, hepatitis A, hingga kolera. Oleh lantaran itu, pastikan es batu nan dikonsumsi selalu dibuat dari air bersih dan diproduksi secara higienis.

Sinyal Anemia Defisiensi Besi

Secara medis, kegemaran menyantap es batu bisa menjadi parameter bahwa seseorang menderita anemia defisiensi besi. Hal tersebut dikarenakan mengunyah es batu dapat membantu meningkatkan pasokan darah ke otak, sehingga indikasi lemas dan lesu akibat anemia bisa sedikit berkurang.

Jika kegemaran ini disertai dengan indikasi bentuk seperti kuku mudah rapuh, mulut kering, kulit pucat, dan pembengkakan pada lidah, Anda patut waspada. Tanpa penanganan nan tepat, anemia defisiensi besi dapat memicu komplikasi serius, antara lain:

  • Gangguan Jantung: Jantung terpaksa memompa darah lebih sigap lantaran kurangnya pasokan oksigen, nan lambat laun bisa memicu pembesaran jantung alias kandas jantung.
  • Pertumbuhan Terhambat: Pada anak-anak, kondisi ini mengganggu tumbuh kembang dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.
  • Masalah Kehamilan: Ibu mengandung dengan kondisi ini berisiko tinggi mengalami kelahiran prematur alias melahirkan bayi dengan berat badan rendah.

Cara Hentikan Kebiasaan Mengunyah Es Batu

Langkah penanganan untuk menghentikan kebiasaan ini kudu disesuaikan dengan akar penyebabnya. 

Jika hasil pemeriksaan master menunjukkan adanya anemia defisiensi besi, penanganannya dapat dilakukan melalui perbaikan pola makan kaya unsur besi alias konsumsi suplemen unsur besi sesuai dosis dan pengawasan dokter.

Pada banyak kasus, perihal ini murni dilakukan untuk menyegarkan diri saat cuaca panas. Namun, jika kebiasaan ini mulai tidak terkendali dan disertai gejala-gejala bentuk di atas, segera konsultasikan diri ke master untuk mendapatkan penanganan nan tepat.

Sumber: Alodokter

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia