Ilustrasi(magnific)
KETUA Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI), Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D., menegaskan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan estetika alias penampilan fisik. Kondisi ini merupakan masalah kesehatan serius lantaran dapat memicu peradangan kronis nan berjalan terus-menerus di dalam tubuh.
“Jangan lupa bahwa di dalam tubuh nan obesitas itu, peradangan kita melangkah terus,” ujar Dante dalam peluncuran Kampanye Edukasi Obesitas #BeraniBicaraBerat di Jakarta, dikutip Selasa (18/8).
Dante menyayangkan tetap banyak masyarakat nan enggan membahas alias menangani obesitas secara medis. Hal ini disebabkan oleh persepsi keliru bahwa berat badan berlebih hanyalah masalah corak tubuh.
Bahkan, sebagian orang condong membiarkan kondisi tersebut dengan argumen aspek usia alias merasa tidak perlu lagi menjaga penampilan setelah mempunyai anak.
Tren Peningkatan Prevalensi Obesitas
Kekhawatiran ini didukung oleh info nasional terbaru nan menunjukkan tren peningkatan nomor obesitas di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, terjadi kenaikan signifikan dibandingkan info lima tahun sebelumnya.
| Prevalensi Obesitas (Penduduk 18+ Tahun) | 21,8% | 23,4% |
Pentingnya Penanganan Sejak Dini dan Peran Keluarga
Dante menekankan bahwa penanganan obesitas kudu dilakukan sedini mungkin demi kualitas hidup jangka panjang. Ia membujuk masyarakat untuk berpikir jauh ke depan, terutama mengenai kesehatan di masa tua agar tetap segar saat mendampingi anak dan cucu.
Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa penanganan obesitas tidak bisa hanya dibebankan kepada perseorangan secara mandiri. Keluarga memegang peranan krusial dalam membentuk pola makan dan style hidup sehat sejak usia dini.
“Obesitas tidak bisa ditangani secara individual. Harus dimulai dari keluarga,” tegasnya.
Ia menyarankan agar family mulai mendorong anak-anak untuk lebih aktif bergerak dan tidak menjadikan aktivitas makan sebagai pusat utama aktivitas keluarga.
Pendekatan Multisektoral
Pandangan HISOBI ini sejalan dengan konsentrasi pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. Obesitas sekarang dipandang sebagai kondisi kompleks nan berangkaian erat dengan akibat beragam penyakit tidak menular (PTM). Penanganannya memerlukan pendekatan komprehensif nan melibatkan aspek biologis, lingkungan, hingga genetik.
Sebagai penutup, Dante mendorong masyarakat untuk mengubah paradigma kesehatan: jangan menunggu munculnya komplikasi alias penyakit serius baru mencari pertolongan medis. Mengenali dan menangani obesitas lebih awal adalah investasi kesehatan untuk masa depan. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·