
Bahaya Memendam Emosi, Awas Bisa Bikin Depresi! (Foto: Freepik)
JAKARTA - Kita semua pernah berada di titik ketika emosi terasa begitu kuat, namun alih-alih mengekspresikannya, justru disimpan sendiri. Cara ini memang terlihat aman, seolah kita sedang menghindari bentrok alias terlihat kuat. Padahal, kebiasaan memendam emosi justru bisa menimbulkan masalah nan lebih besar di kemudian hari.
Coba ingat momen saat Anda tersenyum di tengah kesedihan, lampau tiba-tiba menangis lantaran perihal kecil. Atau ketika menahan rasa kesal, namun akhirnya meledak lantaran perihal sepele. Itu adalah contoh gimana emosi nan dipendam bisa muncul secara tidak terkontrol.
Intinya, memendam emosi membikin kita susah menyampaikan kebutuhan dan menghalang hubungan nan sehat dengan orang lain. Dalam jangka panjang, perihal ini bisa berakibat serius pada kesehatan mental dan fisik.
Mengapa Kita Cenderung Memendam Emosi
Ada banyak argumen seseorang memilih menekan perasaan. Mulai dari mau segera melewati situasi, merasa emosi tidak penting, hingga mau menjaga hubungan tetap melangkah baik.
Namun pada akhirnya, argumen utamanya sederhana: memendam emosi terasa lebih mudah dan aman.
"Alasan kenapa kita terkadang alias sering kali memendam emosi kita bisa bermacam-macam, tetapi semuanya tampaknya berakar dari rasa takut bakal kerentanan. Karena rasa takut inilah, kita bereaksi melalui tindakan emosional nan melindungi diri," kata Dr. Colleen Mullen, PsyD, LMFT dilansir dari Verywell Mind.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·