Bahaya Asap Kebakaran Hutan Bagi Ibu Hamil, Risiko Komplikasi hingga Kelahiran Prematur

Sedang Trending 35 menit yang lalu
Bahaya Asap Kebakaran Hutan Bagi Ibu Hamil, Risiko Komplikasi hingga Kelahiran Prematur Kebakaran rimba dan lahan(Antara)

PAPARAN asap akibat kebakaran rimba sekarang semakin diwaspadai para peneliti kesehatan sebagai salah satu ancaman lingkungan paling serius bagi ibu hamil. Berbagai studi ilmiah terbaru menunjukkan menghirup udara nan terkontaminasi partikel lembut asap kebakaran hutan dapat memicu komplikasi kehamilan nan signifikan hingga meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Asap kebakaran rimba mengandung campuran bahan kimia berbahaya, gas beracun, dan partikel lembut berukuran mikro nan dikenal sebagai PM2.5. Karena ukurannya nan banget kecil, partikel PM2.5 dapat menembus jauh ke dalam saluran pernapasan, memasuki aliran darah, hingga melintasi plasenta. Kondisi ini dapat memicu peradangan sistemik dan stres oksidatif pada tubuh ibu hamil.

Para intelektual mengidentifikasi bahwa akibat jelek dari paparan asap ini bekerja secara bertingkat pada sistem reproduksi dan pertumbuhan janin. Peningkatan respon peradangan akibat paparan asap dapat mengganggu pasokan oksigen dan nutrisi nan dialirkan dari ibu ke bayi melalui plasenta.

Akibat terganggunya kegunaan plasenta dan tingginya tingkat peradangan pada tubuh ibu, janin berisiko mengalami halangan pertumbuhan di dalam kandungan. Hal ini berpotensi menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (low birth weight). Selain itu, stres bentuk nan dialami tubuh ibu akibat paparan racun udara juga dapat memicu kontraksi awal nan berujung pada persalinan prematur sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu.

Risiko kesehatan ini terbilang lebih tinggi dibandingkan dengan paparan polusi udara biasa dari kendaraan alias industri, mengingat asap kebakaran rimba membawa konsentrasi bahan kimia berbisa nan lebih pekat dari pembakaran vegetasi dan material organik lainnya.

Menghadapi meningkatnya gelombang kebakaran rimba akibat perubahan iklim, para master kesehatan mengimbau ibu mengandung untuk mengambil langkah pencegahan ekstra saat kualitas udara memburuk. Mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan pemurni udara (air purifier) berfilter HEPA di dalam rumah, serta mengenakan masker dengan tingkat filtrasi tinggi seperti N95 saat terpaksa keluar rumah sangat direkomendasikan untuk meminimalkan akibat paparan asap rawan tersebut. (Earth/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia