Ilustrasi.(Magnific)
SAYYIDUL Istighfar merupakan angan permohonan pembebasan nan paling utama dalam Islam. Disebut sebagai penghulu atau raja istighfar lantaran kalimatnya mengandung pengakuan tauhid, pengakuan atas nikmat Allah, serta pengakuan atas dosa-dosa nan telah diperbuat.
Bacaan Sayyidul Istighfar Lengkap
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta, khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'udzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bidzanbii faghfirlii fa-innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Tuhan nan berkuasa disembah selain Engkau. Engkau nan menciptakanku dan saya adalah hamba-Mu. Aku menetapi janji-Mu dan janji setia kepada-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa nan saya perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan saya mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada nan dapat mengampuni dosa selain Engkau."
Arti Per Kata Sayyidul Istighfar
Untuk meresapi makna setiap kalimatnya, berikut rincian makna per kata dari doa Sayyidul Istighfar:
| اَللَّهُمَّ | Allahumma | Ya Allah |
| أَنْتَ رَبِّيْ | Anta Rabbii | Engkau adalah Tuhanku |
| لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ | Laa ilaaha illa anta | Tidak ada Tuhan selain Engkau |
| خَلَقْتَنِيْ | Khalaqtanii | Engkau menciptakanku |
| وَأَنَا عَبْدُكَ | Wa ana 'abduka | Dan saya adalah hamba-Mu |
| عَلَى عَهْدِكَ | 'Alaa 'ahdika | Di atas janji-Mu |
| مَا اسْتَطَعْتُ | Mastatha'tu | Semampuku |
| أَعُوْذُ بِكَ | A'udzu bika | Aku berlindung kepada-Mu |
| مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ | Min syarri maa shana'tu | Dari keburukan perbuatanku |
| أَبُوْءُ لَكَ | Abuu-u laka | Aku mengakui kepada-Mu |
| بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ | Bini'matika 'alayya | Atas nikmat-Mu kepadaku |
| بِذَنْبِيْ | Bidzanbii | Atas dosa-dosaku |
| فَاغْفِرْ لِيْ | Faghfirlii | Maka ampunilah aku |
| لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ | Laa yaghfirudz dzunuuba | Tidak ada nan mengampuni dosa |
| إِلَّا أَنْتَ | Illa anta | Kecuali Engkau |
Keutamaan Membaca Sayyidul Istighfar:
Berdasarkan sabda riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW berfirman bahwa barangsiapa nan membacanya di siang hari dengan penuh kepercayaan lampau meninggal sebelum sore hari, ia termasuk penunggu surga. Begitu pula jika dibaca di malam hari dan meninggal sebelum pagi hari.
Waktu Terbaik Mengamalkan
Sesuai dengan rekomendasi dalam hadis, waktu nan paling utama untuk mengamalkan angan ini adalah:
- Pagi Hari: Dibaca setelah salat Subuh alias sebagai bagian dari zikir pagi.
- Petang Hari: Dibaca setelah salat Asar alias menjelang Magrib sebagai bagian dari zikir petang.
Kesimpulan
Memahami makna per kata dari Sayyidul Istighfar membantu kita untuk lebih intens dan menyadari posisi kita sebagai hamba di hadapan Allah SWT. Doa ini bukan sekadar permohonan ampun, melainkan corak komitmen tauhid dan rasa syukur atas segala nikmat nan telah diberikan-Nya.
Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Arti
FAQ (Pertanyaan Umum)
1. Mengapa disebut Sayyidul Istighfar?
Karena angan ini mempunyai kedudukan tertinggi di antara referensi istighfar lain, mencakup pengakuan ketuhanan, penghambaan, dan permohonan maaf sekaligus.
2. Apakah boleh dibaca di luar waktu zikir pagi dan petang?
Boleh. Meskipun ada waktu utama, istighfar ini sangat baik dibaca kapan saja, terutama saat seseorang merasa telah melakukan kekhilafan.
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
English (US) ·
Indonesian (ID) ·