Sayyidul Istighfar adalah angan permohonan maaf terbaik. Simak referensi Arab, latin, arti, serta keutamaannya(Dok. Magnific)
DALAM aliran Islam, memohon pembebasan kepada Allah SWT merupakan tanggungjawab setiap hamba. Di antara sekian banyak doa permohonan ampun, referensi Sayyidul Istighfar menempati kedudukan tertinggi sebagai "pemimpin" alias induk dari segala angan istighfar.
Doa ini diriwayatkan dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu dalam Sahih al-Bukhari no. 6306, pada bab Afdhal al-Istighfar nan berfaedah istighfar nan paling utama. Mengamalkan bacaan Sayyidul Istighfar bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan corak pengakuan tauhid dan penghambaan nan mendalam.
Teks Arab dan Latin Bacaan Sayyidul Istighfar
Berikut adalah teks komplit referensi Sayyidul Istighfar nan dapat Anda amalkan setiap hari:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Transliterasi Latin:
Allāhumma anta Rabbī, lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu, a‘ūdzu bika min syarri mā shana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u laka bidzanbī, faghfir lī, fa innahū lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.
Arti Bacaan Sayyidul Istighfar
Memahami makna di kembali referensi Sayyidul Istighfar sangat krusial agar hati lebih meresapi setiap kalimat nan diucapkan:
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan nan berkuasa disembah selain Engkau. Engkau telah menciptakanku, dan saya adalah hamba-Mu. Aku tetap berada di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan saya mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, lantaran tidak ada nan dapat mengampuni dosa selain Engkau.”
Keutamaan Mengamalkan Bacaan Sayyidul Istighfar
Rasulullah ﷺ menyebut referensi Sayyidul Istighfar sebagai langkah istighfar nan paling utama. Berdasarkan sabda Sahih al-Bukhari, terdapat agunan luar biasa bagi mereka nan merutinkannya:
- Jaminan Surga: Barangsiapa nan membaca angan ini pada siang hari dengan penuh keyakinan, lampau dia wafat sebelum sore hari, maka dia termasuk penunggu surga.
- Perlindungan Malam Hari: Barangsiapa nan membacanya pada malam hari dengan penuh keyakinan, lampau dia wafat sebelum pagi hari, maka dia termasuk penunggu surga.
Inti dari keutamaan Sayyidul Istighfar terletak pada pengakuan tulus seorang hamba atas nikmat Allah dan kesadaran penuh bakal dosa-dosa nan telah diperbuat. Dengan mengamalkannya secara rutin, seorang Muslim senantiasa memperbarui komitmen tauhidnya kepada Allah SWT. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·