Ayah dan Anak Tewas Imbas Ledakan Gas di Cikarang Utara

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Insiden ledakan diduga dipicu kebocoran gas di Kampung Pulo Kapuk, RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyebabkan enam orang dalam satu family menjadi korban dengan kondisi luka bakar.

Dari enam korban tersebut, dua di antaranya meninggal bumi setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Kabupaten Bekasi. Keduanya ialah Deni Setiawan (36) dan anaknya Raihan Alfarizky (7).

Keluarga korban, Tami (55) di letak kejadian, Sabtu, mengatakan peristiwa bermulai saat ibu korban nan berjulukan Enah sedang memasak dan menghangatkan nasi. Pada saat itu, diduga terjadi kebocoran gas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Katanya itu gas ada nan bocor. Dia minta tolong sama menantunya, minta dibenerin," katanya.

Menurut dia tak lama setelah meminta bantuan, terdengar bunyi ledakan dari rumah korban. Ia nan tinggal di sebelah rumah korban mendengar bunyi ledakan tersebut. "Satu kali meledak. Pokoknya meledak gitu kedengarannya," ujarnya.

Tami menyebut terdapat enam orang nan menjadi korban dalam kejadian tersebut. Dua di antaranya mengalami luka bakar parah hingga akhirnya meninggal dunia.

Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41), mengatakan dirinya mengetahui kejadian setelah didatangi anak korban nan meminta pertolongan. Saat tiba di lokasi, sejumlah korban sudah berada di depan rumah dengan kondisi mengalami luka bakar.

"Awalnya kejadiannya sekitar jam 4 pagi. Saya tahu dari anaknya si Aisah. Anak itu ke rumah saya, 'Bu, minta tolong. Ini kebakaran, ibu saya sudah luka'," ujarnya.

Dirinya mengatakan enam korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Tiga korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, sedangkan tiga lainnya dibawa ke Rumah Sakit Sentra Medika.

Menurut dia kebakaran diduga terjadi ketika ibu korban sedang memasak nasi. Tabung gas disebut mengalami kebocoran. Saat hendak mengganti alias memperbaiki tabung, api diduga muncul sehingga menyambar dan membakar orang-orang nan berada di dalam satu ruangan.

"Gasnya bocor, terus dia mau ganti, rupanya sudah ada api. Sudah kena semua langsung satu ruangan," katanya.

Suta mengatakan dua korban nan meninggal mengalami luka bakar sangat parah dengan luas luka lebih dari 90 persen. "Dua korban nan meninggal itu luka bakarnya di atas 90 persen, sudah full, kayaknya sudah 100 persen," ujarnya.

Sementara empat korban lain tetap menjalani perawatan di rumah sakit. Salah satunya Enah nan sedang dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi lantaran mengalami luka bakar sekitar 90 persen.

Kemudian Amelya Putri menjalani perawatan di ruang rawat lantaran mengalami luka bakar di bagian kaki dan tangan dengan luas di bawah 50 persen. Dua korban lain, Buyin dan Aisah (15) menjalani perawatan di Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah mengalami luka bakar pada kedua kakinya.

Suta mengatakan kondisi Enah tetap belum dapat dipastikan lantaran menjalani perawatan di ruang ICU dan belum diperbolehkan dijenguk. Namun, berasas kondisi saat pertama kali mendapatkan penanganan, luka bakarnya tergolong serius.

"Kalau kondisinya kritis alias tidak kami belum tahu lantaran memang tidak boleh dijenguk, lantaran di ICU. Tapi awal masuk kondisi luka bakarnya sudah lumayan 90 persen," ucapnya.

Polisi kini menyelidiki kejadian diduga ledakan tabung gas elpiji nan menewaskan ayah dan anak tersebut.

"Sementara tetap kami dalami ya," kata Kasat Reskrim Polres Bekasi AKBP Jerico Chandra saat dikonfirmasi, Minggu (30/8).

Disampaikan Jerico, berasas keterangan awal dari saksi ledakan itu diduga berasal dari tabung gas. Namun, perihal ini tetap diselidiki lebih lanjut. "Hasil keterangan saksi akibat tabung gas," ucap dia.

(dis/antara/gil)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional