Cerita Keluarga Soal Ledakan Maut di Bekasi: Kompor Dinyalakan saat Cek Bau Gas

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kondisi dapur rumah korban ledakan gas di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (30/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Ledakan nan diduga dipicu kebocoran gas elpiji terjadi di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jumat (28/8) sekitar pukul 04.30 WIB. Enam orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Dua di antaranya, ayah dan anak, meninggal bumi setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Keluarga korban menceritakan peristiwa bermulai saat Enah nan merupakan pemilik rumah hendak menghangatkan nasi menjelang subuh. Saat itu, tercium aroma gas disertai bunyi dari tabung nan diduga mengalami kebocoran.

Enah kemudian meminta support personil family nan berada di rumah untuk mengecek tabung gas tersebut.

"Ya sebenarnya kejadiannya kan jam separuh 5 subuh. Ibu saya mau ngangetin nasi, terus katanya gasnya ini apa namanya bocor, aroma ngeluarin ini bunyi kenceng," kata Kanah (36), anak Enah, saat ditemui kumparan di lokasi, Minggu (30/8).

Menurut Kanah, salah satu tabung gas kemudian dimasukkan ke dalam air setelah diketahui mengeluarkan suara. Saat family berupaya keluar dari rumah, Enah disebut kembali mencoba memeriksa tabung gas lainnya.

"Yang satu udah dimasukin ke ini (penampungan air), terus ibu saya ngejajal gas nan satu lagi. Kemungkinan itu juga katanya bocor," ujarnya.

Kanah, family Korban Ledakan Gas di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (30/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Kanah mengatakan, saat itu kondisi ruangan sudah dipenuhi aroma gas. Ketika kompor dinyalakan, tiba-tiba terjadi ledakan.

"Di ruangan aroma itu, terus ngidupin kompor ya otomatis kan jika di ruangan aroma gas, enggak boleh ada api sedikit pun, langsung kompor bledag (meledak)," tutur Kanah.

Kanah menyebut sempat membuka pintu bilik setelah mendengar ledakan. Dia memandang api membesar dan langsung menutup pintu untuk mencegah api merembet.

"Sekitar separuh 5. Pas kedengaran ngebledag gitu saya buka pintu kamar, api gede saya langsung tutup pintu," jelas dia.

Menurut Kanah, saat ledakan terjadi, suami dan anaknya berada di area dapur. Keduanya kemudian keluar dalam kondisi mengalami luka bakar.

Enam orang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Dua korban, ialah suami Kanah, Deni Setiawan (36) dan putranya, Raihan Alfarizky (7), meninggal bumi setelah dibawa ke rumah sakit. Deni dibawa ke Sentra Medika, sedangkan Raihan dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi.

Kanah juga menjelaskan empat identitas korban lainnya, ialah Enah (ibu), Aisyah Permata Sari (anak), Bibi Setia Wulan (Bibi), dan Amelia Putri (adik).

Kanah mengatakan seluruh korban tetap dalam kondisi sadar ketika dibawa ke rumah sakit. Namun, dua korban akhirnya meninggal setelah menjalani perawatan.

Sementara itu, Aomdadang (43), family korban nan rumahnya berada tepat di depan lokasi, mengaku terbangun sekitar pukul 04.20 WIB setelah mendengar teriakan warga.

Saat keluar rumah, dia memandang enam korban sudah berada di luar rumah. Dadang kemudian masuk ke letak untuk membantu memadamkan api.

"Saya langsung masuk ke ruangan ini (pintu depan rumah korban). Masih banyak api. nan terbakar di bawah tetap banyak api," kata Dadang.

Kondisi dapur rumah korban ledakan gas di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (30/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Dia juga mengatakan sempat memandang kabel listrik terbakar di area dapur. Dia kemudian keluar untuk mematikan Miniature Circuit Breaker (MCB) agar aliran listrik tidak memicu kebakaran lebih luas.

"Saya lihat kompor sudah tidak menyala. Di situ ada satu tabung gas," kata Dadang.

"Saya lihat juga ada kabel terbakar di sini. Langsung saya kaget, ingat ada setrum listrik, saya langsung keluar mematikan MCB biar tidak merembet," lanjutnya.

Setelah listrik dimatikan, Dadang kembali masuk untuk mengambil air dan memadamkan api. Dia juga menemukan satu tabung gas 3 kilogram berada di dalam bak air.

"Saya masuk lagi mengambil air dari sini (kamar mandi). Posisi di bak air ada satu tabung gas 3 kilo. Langsung saya siram-siramkan dulu air ke tabungnya. Lalu saya terus ambil air untuk menyiram api di ruangan tengah tadi," katanya.

Dadang menyebut api paling banyak berada di bagian dalam rumah, termasuk di sekitar kasur dan gorden. Dia memilih memadamkan api terlebih dulu lantaran cemas kebakaran merembet ke rumah penduduk sekitar lantaran jarak rumah nan saling berdekatan.

Sementara itu, Kanah mengatakan ledakan hanya terjadi satu kali. Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti tabung gas mana nan menjadi sumber ledakan lantaran langsung berupaya keluar setelah memandang api.

"Aku juga saya juga nggak tau soalnya nan pas api keluar gitu, api udah nyala, saya langsung tutup pintu takut merembet jadi nggak tau nan mana nan mananya," jelasnya.

Kondisi dapur rumah korban ledakan gas di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (30/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Kasat Reskrim Polres Bekasi AKBP Jerico Chandra mengatakan pihaknya tetap mendalami kejadian tersebut.

"Sudah, sementara tetap kami dalami ya," kata Jerico saat dikonfirmasi kumparan, Minggu (30/8) siang.

Terkait penyebab ledakan, Jerico mengatakan keterangan awal saksi mengarah pada tabung gas.

"Hasil keterangan saksi akibat tabung gas," jelas dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan