Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah area di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Minggu (29/8). Kondisi ini paling parah terjadi pada pagi hari.
Pantauan di lokasi, tampak kabut asap bak suasana di kota dalam movie seram Silent Hill nan disutradarai Christophe Gans. Permukiman penduduk diselimuti kabut asap. Jarak pandang hanya 1 hingga 4 meter sehingga sangat mengganggu pengendara.
Kondisi ini membikin pengguna jalan kudu meningkatkan kewaspadaan saat melintas. Mereka apalagi menyalakan lampu kendaraan dan membunyikan klakson.
“Saya memilih berakhir lantaran jarak pandang sudah sangat pendek. Sepanjang jalan saya juga menyalakan lampu kendaraan dan membunyikan klakson agar terhindar dari tabrakan sesama pengendara,” ujar salah satu pengendara, Ahmad.
Ahmad juga menambahkan, kondisi kabut pekat ini telah terjadi selama sepekan, semenjak kebakaran rimba sering terjadi di Kabupaten Banjar.
“Sangat terganggu dan membahayakan tentunya. Kabut ini juga sangat mengganggu pernapasan,” ungkapnya.
Kondisi kabut asap nan tebal ini menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat nan beraktivitas di luar ruangan maupun pengguna jalan nan melintas di area Martapura. Maraknya kebakaran rimba dan lahan juga dikhawatirkan semakin memperburuk kondisi kabut asap andaikan tidak segera ditangani.
“Kita berambisi pemerintah agar lebih keras lagi dalam menangani kebakaran rimba dan lahan lantaran dampaknya sangat merugikan masyarakat,” tutupnya.
Tidak hanya pengendara, akibat kabut asap juga dirasakan penduduk lain nan tengah melakukan olahraga pagi. Salah satunya Madi, penduduk Martapura, nan mengaku kudu menggunakan masker saat berolahraga di luar ruangan.
“Harus pakai masker, meski napas menjadi ngos-ngosan saat olahraga,” katanya.
Ia juga menduga kabut asap pekat ini disebabkan banyaknya kebakaran lahan nan terjadi di Kabupaten Banjar. Karena itu, dia meminta pemerintah tidak hanya memadamkan kebakaran lahan, tetapi juga mengidentifikasi penyebab kebakaran tersebut.
“Bisa saja kebakaran lahan ini memang ada nan sengaja membakar untuk membuka lahan perkebunan alias lainnya,” ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·