
Awas Salah! Begini Cara Parkir Paralel Mobil Matik agar Mudah Dipindahkan (Dok Auto2000)
JAKARTA - Pengendara kadang terpaksa memarkirkan mobilnya secara paralel. Namun, saat parkir paralel, ada sejumlah perihal nan perlu diperhatikan.
1. Parkir Paralel
Parkir paralel merupakan posisi saat mana mobil parkir secara berurutan depan belakang searah arah jalan, dengan bagian depan mobil berhadapan dengan bagian belakang mobil lain. Sementara bagian belakang mobil berjumpa bagian depan mobil lainnya.
Namun perlu dicatat, ada dua kondisi parkir paralel. Pertama, parkir paralel nan mempunyai area parkir khusus. Kedua, parkir parallel conditional alias dadakan lantaran lahan parkir sudah penuh. Pada kondisi kedua ini, mobil menutup kendaraan lain dengan parkir non-parallel.
Pada kondisi parkir paralel kedua, mobil kudu bisa didorong sebagai akses keluar-masuk kendaraan lain nan terhalang parkir paralel. Karena itu, kunci dari parkir paralel adalah mobil kudu bisa dipindahkan agar tidak menyulitkan orang lain. Hal ini tidak menjadi masalah pada mobil manual lantaran tinggal memindahkan tuas transmisi ke N (Netral).
Perlu diketahui, patokan dasar pada mobil matik alias otomatis ketika parkir paralel adalah dilarang mengarahkan tuas transmisi ke posisi P (Parkir), lantaran mobil tidak dapat didorong saat dibutuhkan. Selain itu, pastikan tuas transmisi di N dan rem parkir tidak diaktifkan agar bisa dipindahkan.
Fitur Electric Parking Brake (EPB) pada Hybrid EV Toyota juga tidak menghalangi pengguna ketika bakal parkir paralel. Selain itu, saat kendaraan dalam kondisi off, sistem hybrid tidak beraksi untuk menggerakkan kendaraan. Dengan mengikuti prosedur parkir paralel nan tepat, pemilik kendaraan tidak perlu cemas sistem elektrifikasi menghalang kendaraan untuk dipindahkan.
13 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·